Halaman

    Social Items

Crot Nada4D - Cerita Sex Guru Liarku, Ini pengalaman kencan seksku sebelum aku mengenal internet, tepatnya ketika aku masih duduk di bangku

SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih

lajang. Saat itu umurku masih menginjak 19-20 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling

muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi

semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak.

Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya?


Sore itu ada seorang anak kecil datang mencariku ke rumah. Aku diminta untuk datang ke rumah Mbak Yani,

tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.


“Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani,” ujar anak SD tetangga Mbak Yani.


Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku

sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah tangganya. Yang

jelas, semenjak dia mengajaku melukis pergi ke lereng gunung dan ML di semak-semak hutan, Mbak Yani

makin sering mengajakku pergi. Dan sore ini dia memintaku datang ke rumahnya lagi. Slot Online Terpercaya


Tanpa banyak pikir aku langsung berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Maklum, rumahnya terbilang

cukup jauh, sekitar 5km dari rumahku. Setibanya di rumah Mbak Yani, suasana sepi. Keluarganya tampaknya

sedang pergi. Betul, ketika aku mengetuk pintu, hanya Mbak Yani yang tampak.


“Ayo, cepet masuk. Semua keluargaku sedang pergi menghadiri acara hajatan saudara di luar kota,” sambut

Mbak Yani sambil menggandeng tangganku.


Darahku mendesir ketika membuntuti lamngkah Mbak Yani. Betapa tidak, pakaian yang dikenakan luar biasa

sexy, hanya sejenis daster pendek hingga tonjolan payudara dan pahanya terasa menggoda.


“Anu, Bud.. Listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya.. Kau

tak keberatan kan,” pinta Mbak Yani kemudian.


Tanpa banyak basa-basi Mbak Yani menggandengku masuk ke ruang tengah, kemudian masuk ke sebuah kamar.


“Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya. Nanti keburu mahrib.”


Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunut jaringan kabel, akhirnya aku memutuskan untuk

memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tidak tahu persis, kamar itu tempat tidur siapa. Yang

jelas, aku sangat yakin itu bukan kamarnya bapak-ibunya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel,

aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke kamar sebelah.


Aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke kamar lain lagi, sampai akhirnya aku

harus meneliti kamar tidur Mbak Yani sendiri, sebuah kamar yang dipenuhi dengan aneka lukisan sensual.

Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah

Mbak Yani tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang

dinyalakan Mbak Yani.


Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero kota. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti.

Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi.


“Wah, maaf Mbak aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang

kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar.

“Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku.. Merepotkanmu,” balas Mbak Yanti, “Itu es tehnya diminum dulu.”


Sementara menunggu hujan reda, kami berdua bercakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-

cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk hubunganku dengan Mbak Yani selama ini. Mbak Yani juga

tidak ketinggalan menanyakan soal puisi indah tulisannya yang dia kirimkan padaku lewat kado ulang

tahunku beberapa bulan lalu.


Entah bagaimana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang

menggairahkan jiwa. Bahkan, Mbak Yani tak segan-segan membelai wajahku, mengelus telingku dan

seterusnya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup

berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran tidak begitu besar

namun bentuknya indah dan kencang.


Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh

guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal

sehatku. Mbak Yani sendiri juga tampaknya memiliki pikiran yang saja. Ia tidak henti-hentinya mengulumi

bibirku dengan nafsunya.


Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku dan Mbak Yani masih tetap saling

memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang

menghiasi dengan indahnya dada Mbak Yani yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas

bagian tubuh yang sensitif tersebut.


“Aaah.. Budi.. Aah..” Mbak Yani mulai melenguh kenikmatan. Bibirnya masih tetap melahap bibirku.


Mengetahui Mbak Yani tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya

semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar

indah nan kenyal milik guru sekolahku itu. Melalui kain blus yang dikenakan Mbak Yani kuusap-usap ujung

payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh Mbak Yani mulai bergerak menggelinjang.


“Uuuhh.. Mbak..” Aku mendesah saat merasakan ada jamahan yang mendarat di selangkanganku.


Penisku pun bertambah menegang akibat sentuhan tangan Mbak Yani ini, membuatku bagian selangkangan

celana panjangku tampak begitu menonjol. Mbak Yani juga merasakannya, membuatnya semakin bernafsu

meremas-remas penisku itu dari balik celana panjangku. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin

menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.


“Aaauuhh.. Bud.. Uuuh..” Mbak Yani mendesis-desis dengan Yanirnya karena remasan-remasan tanganku di

payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu

menghebat.


Tanganku mulai membuka satu persatu kancing blus Mbak Yani dari yang paling atas hingga kancing

terakhir. Lalu Mbak Yani sendiri yang menanggalkan blus yang dikenakannya itu. Aku terpana sesaat

melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger

dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku

segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik

guru sekolahku sendiri.


Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir Mbak Yani dan mulai bergerak ke bawah.

Kucium dan kujilati leher jenjang Mbak Yani, membuatnya menggerinjal-gerinjal sambil merintih kecil.

Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha Mbak Yani sehingga menungkupi seluruh permukaan

payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak

tanganku.


Segera kuelus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala Mbak Yani tersentak

menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-

milin puting susu Mbak Yani yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti

tubuh indah seorang wanita. Namun memang insting kelelakianku membuatku seakan-akan sudah mahir

melakukannya.


“Uhh.. Hmm ahh..” Mbak Yani tidak dapat menahan desahan-desahan nafsunya.


Segala gelitikan jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya dengan bertubi-tubi,

membuat nafsu birahinya semakin membulak-bulak.


Kupegang tali pengikat beha Mbak Yani lalu kuturunkan ke bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah

sampai ke perut Mbak Yani. Puting susu Mbak Yani yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan

mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu.

Kusedot-sedot puting susu Mbak Yani. Kuingat masa kecilku dulu saat masih menyusu pada payudara ibuku.

Bedanya, tentu saja payudara guru sekolahku ini belum dapat mengeluarkan air susu. Mbak Yani

menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya, tak ayal

menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena

hajaran lidahku.


“Oooh. Buud’ desahan Mbak Yani semakin lama bertambah keras. Untung saja rumahnya sedang sepi dan

letaknya memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang

mendengarnya.


Belum puas dengan payudara dan puting susu Mbak Yani yang sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air

liurku, mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan

indah sebelah kiri tadi, kuperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru

sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-

gerak dengan Yanirnya. Kukulum ujung payudara Mbak Yani. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya

yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu

payudaranya yang sebelah kiri tadi. Mbak Yani pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan

nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai

sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.


“Aaahh.. Hmm..” Mbak Yani menjerit panjang.


Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu Mbak Yani yang sudah demikian kerasnya. Sementara

itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Kubuka retsleting celana jeans yang Mbak Yani kenakan.

Kemudian dengan sedikit dibantunya sambil tetap merem-melek, kutanggalkan celana jeans itu ke bawah

hingga ke mata kaki. Tubuh bagian bawah Mbak Yani sekarang hanya dilindungi oleh selembar celana dalam

dengan bahan dan warna yang seragam dengan behanya. Meskipun begitu, tetap dapat kulihat warna kehitaman

samar-samar di bagian selangkangannya.


Ditunjang oleh nafsu birahi yang semakin menjulang tinggi, tanpa berpikir panjang lagi, kulepas pula

kain satu-satunya yang masih menutupi tubuh Mbak Yani yang memang sintal itu. Dan akhirnya tubuh mulus

guru sekolahku itu pun terhampar bugil di depanku, siap untuk kunikmati.


Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina Mbak Yani di selangkangannya yang sudah mulai

ditumbuhi bulu-bulu tipis kehitaman walaupun belum begitu banyak. Kutelusuri sekujur permukaan bibir

vagina itu secara melingkar berulang-ulang dengan lembutnya. Tubuh Mbak Yani yang masih terduduk di sofa

melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap

dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.


“Ooohh..


Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir vagina

Mbak Yani yang mulai dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging kecil yang bernama

klitoris ini dengan perlahan-lahan. Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut

sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi

sentilan. Klitoris Mbak Yani yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah

profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggerinjal-gerinjal tak tentu arahnya.


Melihat Mbak Yani yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya.

Dan akibatnya, klitoris Mbak Yani mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh

cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih sempit itu.


Puas menjelajahi klitoris Mbak Yani, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina

guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas

jari yang pertama. Dengan susah payah memang, sebab vagina Mbak Yani memang masih teramat sempit.

Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke

dalam vagina Mbak Yani, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.


“Hmm.. Bud..”


Mbak Yani merintih kecil seraya meringis seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar,

bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina Mbak Yani adalah selaput daranya yang

masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu masih perawan. Baru aku tahu, ternyata sebandel-

bandelnya Mbak Yani, ternyata guru sekolahku itu masih sanggup memelihara kehormatannya. Aku sedikit

salut padanya. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan melanjutkan perbuatanku itu.


“Bud.. Jangan berhenti..” tanya Mbak Yani dengan nafas terengah-engah.

“Mbak, Mbak kan masih perawan. Nanti kalau aku terusin kan Mbak bisa..”


Mbak Yani malah menjulurkan tangannya menggapai selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku

yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung

bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali,

membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan

barusan.


Dengan secepat kilat, Mbak Yani memegang kolor celana pendekku itu, lalu dengan sigap pula celanaku itu

dilucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Mata Mbak Yani tampak berbinar-binar

menyaksikan onggokan yang cukup besar di selangkanganku. Diremas-remasnya penisku dengan tangannya,

membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah

bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru

sekolahku itu sedemikian hebatnya.


“Mbak.. Aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan celana dalamku.


Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar begitu penutupnya terlepas.


“Aw!” Mbak Yani menjerit kaget melihat penisku yang begitu menjulang dan siap tempur.


Namun kemudian ia meraih penisku itu dan perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu,

sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun

menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kemudian Mbak Yani

menarik penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah

lubang vaginanya.


Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! Mbak Yani kan guru sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku

sampai menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku berhubungan seks dengan guru sekolahku

sendiri? Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina Mbak Yani.

Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina Mbak Yani, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut.

Mbak Yani menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia

ini.


“Aaahh.. Uuuhh..” Mbak Yani mendesah-desah dengan Yanirnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada

klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak. Sementara bibirku masih belum puas-puasnya

berpetualang di payudara Mbak Yani itu dengan puting susunya yang menggairahkan. Terlihat payudara guru

sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila,

sehingga tampak mengkilap. Slot Online Terpercaya


Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina Mbak Yani. Sengaja aku tidak

mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput

daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga Mbak Yani adalah guru sekolahku,

darah dagingku sendiri!


Mbak Yani mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Sewaktu kira-kira

penisku amblas hampir setengahnya, ujung ‘tonggak’-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara Mbak

Yani, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan

dari liang surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan

dinding lorong vagina Mbak Yani membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga.

Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina Mbak

Yani sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.


Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam

vagina Mbak Yani. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat. Gesekan-gesekan batang penisku

dengan Yaning vagina Mbak Yani semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat

menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini.

Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya, disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi,

saling susul-menyusul tanpa henti.


Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di

dalam vagina Mbak Yani yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan

semakin menjadi-jadi membuat aku dan Mbak Yani menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua

komitmenku tadi.


Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina Mbak Yani, aku tidak menghentikan hujamanku itu

sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga

batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina Mbak Yani. Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut

menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.


Mbak Yani menjerit cukup keras kesakitan. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin

bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina Mbak

Yani. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan

setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat

aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan

dinding vagina Mbak Yani, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang kurasakan.


Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina Mbak Yani terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan

tambah lama bertambah tinggi temponya. Mbak Yani tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya

menjerit-jerit tidak karuan. Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami

terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.


“Aaah.. Budi.. Aaahh..” Mbak Yani menjerit panjang.


Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara

tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru

sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum

merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan Mbak Yani semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam

vaginanya bertambah menggila lagi. Mbak Yani pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana

saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi

satu.


Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam penisku. Tetapi ini tidak membuatku

menghentikan penetrasiku pada vagina Mbak Yani. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi.

Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina Mbak

Yani secepat kilat.


Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku. Tak lama kemudian,

cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku.

Sebagian mengenai muka Mbak Yani. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan

celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki Mbak Yani.


Tak lama kemudian, kami saling mengejang-ngejang ke puncak kepuasan bersama hingga kehabisan tenaga. Aku

terhempas ke atas sofa di samping Mbak Yani. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung

rambut ke ujung kaki.


Hmm begitu indahnya guruku..

Cerita Sex Guru Liarku

Crot Nada4D - Cerita Sex Jeritan Hot, Namaku Arif, aku pemuda 21 tahun, banyak seeh cewek-cewek yang tertarik kepadaku, katanya seeh wajahku

cukup tampan mirip dengan aktor yang membintangi salah satu sinetron di sebuah stasiun TV. Kulit putih,

wajah cukup rupawan itulah salah satu spesifikasi fisikku. Namun saat ini aku masih jojoba bin jomblo-

jomblo bahagia, mungkin karena kurang sesaji kali ya,, waktu dulu aku dilahirin….. Ha ha ha

Suatu hari yang cerah,, pagi pagi sekali sekitar pukul 8 pagi… kenapa ku sebut pagi,, ya biasanya seeh

aku bangun tidur sekitar jam 11 Siang. Makannya jam 8 pagi aku sebut masih pagi-pagi sekali… he he he

he.. Biasa seeh, setelah menjalani rutinitas keseharianku di malam hari, maklum sebagai freelance

profesional alias pengacara pengangguran banyak acara.. Kalo malam aku banyak menghabiskan waktu,, kaya

super hero Batman gitu lah he.. he .. he.. he..

Cerita Sex Jeritan Hot

“Bangun.. Bangun.. sudah siang,, masih molor aja terus..” kata kakakku sambil mengoyak-mengoyak tubuhku

dengan tergesa-gesa…

“Apaan siih,, orang lagi enak-enak tidur di gangguin aja” kataku sembari kesal…

“Cepat bangun, aku mau nyuruh kamu,, ke rumah mbak Fera!!! udah jangan kuatir nanti aku kasih uang

bensin ama uang rokok deh” Sahut kakaku..


Dalam batin,, wah surprise niih fulus.. fulus.. lumayan lagi bokek.. untuk membasahi dompetku yang

kering kerontang ini He he he he…


Segera aku bergegas bangun dari ranjang yang kumel ini…


“Udah sana buruan mandi Rif, ga enak sama mbak fera udah nungguin, karena kakak kemarin udah janji ma

dia mau kasih uang setoran untuk bayar baju kakak, jam 8 pagi” Ucap kakaku untuk segera menyuruhku

mandi.

“Oke” jawabku spontan, dalam hati berbisik kalau ada duitnya seeh ga pake lama dah langsung aku kerjain. Situs Slot Online Terbaik


Byar.. Byur.. Byaaar.. suara air nan segar membasahi tubuh kekar yang penuh dosa ini.. Ha.. Ha.. Ha..


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, aku segera keluar kamar..


“Itu sarapan pagi, dimakan dulu” Kata kakakku sambil menunjuk meja makan, yang udah tersedia semangkok

Soto hangat.


Ga Pake Lama dah langsung aku sikat aja tuh soto yang udah menggiurkan, apalagi perut ini udah mulai

berorkestra ria, karena lapar..


“Ini uang untuk bayar setoran baju kakak ke mbak Fera!!” Ucap kakakku Sambil memberikan uang 50.000

kepadaku.

“Dan ini untuk beli bensin dan rokok kamu!” sembari memberikan uang 50.000 juga kepadaku..

“Wah tumben-tumbenan kasih duit sebanyak ini sama aku, baru cair ya, dapat jatah bulanan dari si Brotu”

kataku sambil menggoda kakakku.


Yah begitulah nasib kakakku mujur banget dia,, paras cantiknya cuma dikasihkan sama Brondong Tua alias

suaminya yang notabene umurannya jauh lebih tua daripada kakakku, malahan seperti bapak dengan anaknya..

Kagak seperti suami-istri dah.. Sumpeh ajib benar… Memang cinta sekarang bisa di beli dengan uang..

Hufftt..


Setelah makan pagi dengan semangkok Soto aku segera mengendarai motorku langsung meluncur ke TKP, ke

rumah mbak Fera yang imut-imut..


Iklan Sponsor :


“Kak, aku berangkat dulu ya,” ucapku penuh semangat mengemban misi untuk membayar hutang kepada si

Rentenir cantik Hahahaha….

“Ya hati-hati, ga usah ngebut naik motornya” Sahut Kakakku..


Setelah beberapa menit sampe juga aku ke TKP,, di rumah mbak Fera..


Langsung aja aku ketuk pintu rumah mbak Fera… Tok tok tok tok suara pintu berbahan kayu jati di Rumah

gedongan itu berbunyi…


Seketika muncul, cewek seksi membukakan pintu..


Terbelalak mata ini sampe tidak berkedip “Oh my god” pemandangan indah di pagi indah ini,, sungguh

anugerah yang menyehatkan mata yang masih belekan ini.


.

Mbak Fera masih menggunakan baju tidur alias lingerie tipis berwarna merah muda yang seksi… membukakan

pintu rumahnya untukku..


“Ehhhhh,, Arif,, sini masuk rumah dulu,, wah pasti kamu di suruh kakak kamu ya,, tumben-tumbenan kamu

main ke rumah mbak Fera…” Ucap mbak Fera dengan nada centilnya..


Ga pake lama dah langsung aja aku masuk rumah mbak Fera, dan duduk di Sofa empuknya,, sembari si Viktor

merusak pikiran ini dan menemani mata ini yang bosan berkedip melihat kemolekan tubuh mbak Fera..


“Bentar Rif,, mbak buatin teh hangat dulu ya” Mbak Fera yang seksi itu menawarkan kehangatan teh di pagi

ini..


Tiba-tiba terdengar gonggongan dari makhkluk buncit yang berirama noise…


“Mah… Papa mo berangkat kerja dulu ya..” Suara suami mbak Fera..


Terpapar di depanku sebuah penampakan yang menjemukan,, Mas Pur suami mbak Fera yang bertubuh buncit,

serta di poles lapangan golf dijidatnya lewat di depanku yang sedang duduk di sofa empuk..


“Oh Arif tho,, mampir dulu pasti di suruh kakak kamu ya?,”Ucap mas Pur dengan nada ramah kepadaku..

“Ia ini mas,, mau berangkat kerja ya?” Sapaku penuh malu-malu dan sungkan.

“Ia ini Rif, ya udah itu tehnya diminum ya jangan malu-malu” Kata mas Pur yang ditemani mbak Fera

diantar keluar rumahnya untuk berangkat kerja..


Brrrmmm Brrmmmm suara mobil Jazz berwarna putih mengkilap menderung… Mas pur sembari mendapat kecupan

kecil dari mbak Fera mengantar dia mengawali rutinitasnya hari ini..


“Papa berangkat dulu ma!” Kata mas Pur..

“Iya pa.. hati-hati di jalan ya!! Kata mbak Fera,, yang membuat ku merasa iri..


Dalam batin ini berkecamuk penuh dengan perasangka buruk.. Emang jaman sekarang,, wajah tampan tidak

bisa menjadi modal untuk mendapat permaisuri cantik.. Udah jamannya brotu.. brotu meraja lela

mendapatkan wanita cantik dengan modal uangnya.. Bahkan pikiranku pesimis “Apakah aku harus menjadi

brotu yang tajir dulu untuk mendapat cewek cantik yang bisa memuaskan hati dan menyehatkan Cucak Rowo ku

ini…” tanyaku dalam batin..


Mobil mas Pur udah jalan,, mbak Fera pun kemudian menghampiriku..


Iklan Sponsor :


“Ada apa ini,, kok tumben main kesini” Nada manja mbak Fera menanyaiku..

“Ini mbak aku disuruh kakakku untuk membayar hutang bajunya sama mbak Fera” ucapku penuh malu-malu

sambil menyodorkan uang 50 ribuan..

“Ohh itu ya,.. ia mbak terima ya… kenapa buru-buru main dulu dong ke rumah mbak,, lagian sepi neeh,,

mbak ga ada temannya..” Kata mbak Fera penuh lemah lembut menggetarkan hati…

“he.. he.. he.. he..,,” tawa kecilku penuh malu-malu tapi mau..


“Kamu sekarang gede-gede kok tambah ganteng aja,, padahal waktu kecil dulu kamu itu item,, tengil,,

kribo pula,, sekarang kok berubah 180 derajat…” Mbak Fera penuh manja menggodaku sembari dia berpindah

posisi duduknya mendekatiku..

“Gimana dah punya pacar belom kamu sekarang??” tanya mbak Fera sambil mengelus pipiku dengan tangannya

yang lembut seperti busa spoon pencuci piring…

“He.. He .. He.. ,, belum kok mbak, susah mencari pacar sekarang” jawabku

“Loohh.. ganteng-ganteng kok ga laku seeh wah kurang nyali pasti kamu,” sahut mbak Fera menggodaku..

“Apa perlu mbak Fera ajarin cari pacar buat kamu,, kalo mbak masih muda,, mbak aja mau kok jadi pacar

kamu,, sayang mbak kan udah berumur.. lagi pula dah punya suami..” Dengan suara centilnya mbak Fera

menggodaku..

“Ahh mbak bisa aja.. ini walaupun mbak udah cukup umur tapi mbak masih cantik dan seksi malahan mbak

Fera masih kaya seumuran anak kuliahan lhooo.. hehehehehe…” Sahutku merayu mbak Fera.


“Boong kali ye… mau merayu mbak neeh… mbak aja udah kepala 3 kok umurnya masak dibilang ABG masih

kuliah..Pintar juga gitu kok kalau merayu cewek,, masak cari pacar aja ga bisa?” Sahut mbak Fera.

“Iya beneran mbak.. Arif ga bohong.. sumpeh dah…Kalau ada edisi ke duanya cewek kaya mbak Fera gini.. Ga

Pake Lama dah Arif pacarin…” Kataku sambil merayu mbak Fera..

“Pintar juga ini adik temanku merayu cewek duh duh duh,, makin gede makin pintar aja kamu ya” sambil

menempelkan bodynya yang aduhai dan jari-jari tangannya yang lentik mbak Fera mengusap leherku.

“Ah geli mbak.. mau di geli-geli in X lainnya dong…” spontan aku berucap sungguh bergetar bulu kuduk ini

diusap leher ini ama jari-jari lentik mbak Fera…

“Duh kamu nakal deh Rif… emang kamu belum pernah di cumbu cewek ya,, mbak gituin aja udah ga tahan..

hahahahaha” sembari ketawa kecil mbak Fera menggoda iminku…

“Pacaran aja ga pernah mbak,, ngerasain yang namanya dicium cewek apalagi??? bikin penasaran seeh,,

tapi apa mau di kata nasib ya nasib mbak..” Dengan nada polos aku utarakan kejujuranku kepada mbak

Fera..


“Masa seeh hari gini loohh.. ada perjaka ting tong nyangkut di rumahku,,” Mbak Fera berkata sambil

centil-centil nakal…

“Iya mbak sumpah demi apa aja deh asal jangan demi di kejar-kejar dedemit,, hehehehehe” Spontan

kepolosanku berucap.

“Mau ga mbak ajarin caranya” Dengan manja mbak Fera dan menjetikkan jarinya di lingerie tepat di atas

belahan toket payudaranya yang putih montok seperti pepaya belgia.. Menggodaku..

“Ohhhhh… ga kuat dah si Viktor menggerayangi pikiran ini…” Dalam batinku tersayat..


Mbak Fera penuh kehausan langsung to the Point menjulurkan lidahnya tepat dibibirku…


“Enak kan…” Sahut mbak Fera memotong aksinya…


Bibir mbak Fera yang merah merekah langsung mencibir tepat ke bibirku ini… Lidahnya bergentayangan

menggeliat membasahi bibirku… Oh serasa surga dunia… Mbak Fera penuh dengan kehausan tangannya meremas-

remas payudaranya yang putih itu dihiasi lingerie tipis berwarna merah muda.. Srruuupp Srruuupp… Cepp..

Cepp.. Slurup.. nada hawa nafsu dari dua bibir yang sedang bergejolak terdengar..


Aku pun tak mau kalah aku lumat bibir mbak vera … yang merah merekah nan seksi itu.. lidah ku dan lidah

mbak Fera bertempur menggeliat geliat menari di dalam mulut saling bersahutan…Air liurnya pun ikut

membasahi kehausan ini…


“Enak kan sayang”.. Mbak Fera berucap sembari dia melanjutkan pertempuran bibir ini…


Lidahnya sungguh menggelikan berputar-putar menari di bibirku,, beraduan dengan lidahku yang tak mau

kalah melawan kehausan mbak Fera..


Aku hanya bisa menganggukan kepala sembari menikmati kehangatan tubuh dan bergumal berciuman dengan mbak

Fera…

Tangan mbak Fera meraih tanganku menunjukan kepadaku bahwasanya Payudaranya ingin diremas penuh lemah

lembut…


Jari – jari ini meremas penuh dengan kelembutan menggerayangi payu dara mbak Fera yang putih seperti

pepaya Belgia itu.. ouuhh seksi sekali.. aku remas-remas.. semakin bernafsu aku mainkan jemariku di

puting mbak fera yang merah merekah itu.. Sembari lidah dan bibir ini terus bergumal penuh dengan

kenafsuan..


Mbak fera pun lebih melonggarkan lingerie yang menutupi keindahan tubuh mbak Fera itu.. dilepas lah BH

ukuran 34 itu.. di bukanya lingeri itu lebih longgar muncullah payudara yang seksi itu..


Mbak Fera memegangi kepalaku ini mengarahkan tepat di depan payudara yang seksi, putih dan segar itu..


Ga pake lama langsung aja bibirku menuju ke payudara itu,, aq lumat penuh dengan nafsu payu dara mbak

Fera yang montok itu.. Aku julurkan lidah ku tepat di putingnya yang merah merekah penuh kehangatan

itu..

Lidahku menari-nari menggeliat menjilati puting mbak Fera…


Ohhh Ouuhhh Ahhh… sambil memegangi dan menggeleng-gelengkan kepala ku mbak Fera menikmati lidahku

menjulur membasahi dan menari-nari di putingnya…

Aku gigit kecil-kecil putingnya aku remas payudara satunya,, bibirku melumat dan menghisap puting itu ..

cupp cclloopp crooopp cuuppp.. aku nikmati kenyotan bibirku mengenyot puting mbak vera..


Ohhh Ouuuuhhh AAAhhhh mbak Fera menikmati, matanya merem melek menikmati putingnya aq hisap…


Hisap lebih kencang dong rif,, mbak Fera berkata sambil tangannya memegangi tanganku yang meremas

payudara satunya…


OOhhh Ouuhhh mbak Fera semakin kencang berdesah, sambil menggoyang-goyangkan payudaranya yang sedang aku

hisap itu…

Kami berdua larut dalam permainan sex itu,, dan aku terus menghisap dan mengigit kecil-kecil puting mbak

Fera yang merah merekah itu..


Tangan mbak Fera meraih bajuku dan melucutinya membugiliku…

Kehausan mbak Fera sungguh tak terbendung langsung saja dia juga melucuti celana jeansku yang berwarna

hitam itu.. Dilepaslah juga lingerie tipis merah muda mbak Fera…


Kemudian mbak Fera melepas celana dalamnya, tangannya memegang kepalaku ini, mengarahkan kepadaku tepat

di depan memeknya yang berbulu tipis tipis teratur itu… gundukan bulu kemaluan yang tertata rapi,,

terpampang dihadapanku.. Sungguh mengisyaratkan bahwa mbak Fera cinta kebersihan dan kesehatan..

dirawatnya kebun bulu kemaluannya yang tertata rapi.. Tidak seperti sarang walet yang bertumpuk ga

karuan..


Mbak Fera memegang kepalaku.. mengarahkan memeknya tepat di bibirku… suatu isyarat kalau memeknya ingin

dijilatin dengan lidahku…


Langsung saja bibir ini mengenyot memek yang merah segar itu ditumbuhi bulu kemaluan yang tumbuh rapi..

Aku ciumi memek mbak Fera yang merah seperti daging segar itu… lidahku pun ikut menari-menari di atas

mulut kemaluan mbak Fera yang seksi itu…


Ohhhh AAAggghhhhh OOOOuuuwwwhhh mbak Fera berdesah menikmati… tanganku pun ikut meraih vagina mbak

Fera,, aku buka lebih lebar mulut kemaluan mbak Fera supaya lidahku bisa bergeliat lebih ke dalam… Mbak

Fera semakin asik menikmati permainanku,, desahan mbak Fera pun semakin tak terbendung dan semakin

kencang… lebih lebar vagina mbak Fera terbuka lidahku semakin menjulur aku lumat dan lidahku bergeliat

menari di vagina mbak Fera… Itil mbak Fera yang centil itu pun membuatku semakin haus .. aku jilatin

itil mbak Fera… dan aku gigit kecil.. kecil.. mbak Fera yang berdiri dan aku sedang duduk.. tubuhnya

terus bermolek sambil berdesah tak tertahankan…


” Enak Rif.. ouuhhh Uwwwhh Aghhhh mbak Fera berdesah keenakan aku hisap memeknya dengan dashyat sembari

lidah ini menyentil-nyentil itil mbak Fera.. yang bergelayutan…


Kemudian, mbak Fera merebahkan tubuhku di atas sofa empuk itu…


Mbak Fera langsung ditepatkannya memeknya di atas wajahku mengisyaratkan kalau memeknya masih ingin di

hisap dan di jilatin bibirku ini..


Dengan posisi tidur dan mbak Fera diatas ku tepat memeknya di atas kepalaku aku jilatin memek mbak

Fera..


Tanganku pun ikut diraih untuk meremas-remas payudara mbak Fera, yang tidak ingin dianggurin,, ingin

ikut dimainin…


Tubuh mbak Fera bergeliat.. memeknya bergoyang-goyang serasa haus ingin dijiliatin, dan dihisap lebih

kencang..


Aku gigit kecil memek mbak Fera sambil aku hisap dengan lebih kencang… tak kalah lidah ini menari-nari

dalam vagina mbak Vera yang sudah basah…


Mbak Fera semakin mendesah ga karuan aaahh ouuhhh ahhhhh.. aku pun semakin dasyat mencibiri memek mbak

Fera itu.. Aku kenyot lebih kencang dengan mulutku,, tanganku pun ga ikut kalah meremas-remas payudara

mbak Fera lebih kencang… mbak Fera semakin bergoyang-goyang lebih kencang.. ditekannya lebih kedalam

memeknya ke mulutku,, untuk di kenyot lebih kencang.. Ouuhhh Ouuhhhh mbak Fera berdesah keasikan sambil

merem melek…


Kemudian mbak Fera berganti posisi… kami berdua memainkan posisi 69…

mbak Fera masih haus memeknya masih ingin di jilatin.. sembari dia mengenyot dan menghisap kontolku yang

mengeras dan tegang itu..


Clurrupp Sluruppp Sluurruppp.. nada suara berdesahan bersahutan.. Aq jilatin mekinya mbak Fera aq

masukin jariku ke memek mbak Fera aku gesek-gesekin keluar masuk memek mbak Fera yang semakin banjir di

basahi air kemaluan mbak Fera…


Mbak Fera pun ga ingin kalah dia hisap kontolu yang super tegang dengan tegangan 220000000 watt…


Sluurruupp Sluurrruuupp Sluurruupp suara kenyotan bibir kami berdua mengenyot alat kelamin…


Ouuhhh Ahhhh semakin basah memek mbak Fera.. desahannya pun semakin meronta… lalu mbak Fera berdiri

berpindah posisi.. dia tetap diatas ku.. Dirahkannya kontolku memasuki lubang memek mbak Fera yang udah

gatal ingin digenjot itu..


Dengan penuh penghayatan mbak Fera memasukan kontolku memasuki memeknya..oouuhh Uhhhh ahhhh desahan mbak

Fera dan desahanku bersahutan…. badan mbak fera bergoyang-goyang diatas badanku.. sambil naik turun

secara perlahan mengatur irama memeknya yang disodokkan di kontolku…


Aku pun hanya bisa pasrah menikmati permainan mbak Fera… sambil berdesah.. mbak Fera semakin kencang

naik turun menyodokan memeknya yang naik turun dimasukin kontolku..


Ouuhh Ouuhhh Ahhhh mbak Fera berdesah keasyikan.. Dia bergoyang goyang menggerakan memeknya di genjot

kontolku.. semakin kedalam dan semakin kencang mbak Fera naik turun.. menyodokan memeknya ke kontolku….


Mbak Fera bergoyang memutar-mutarkan bokongnya.. memasukan lebih dalam kontolku di memeknya…

di tekannya lebih dalam kontolku dengan memeknya sambil menggeliat-geliatkan badannya


Ahhh Ouuwwwhh Ouuugghhh Nada desahan mbak Fera semakin menggila sambil menggoyang-goyangkan badannya…

ditekan lebih kencang Memeknya yang dimasuki kontolku itu… Ouugghh Agghhh kami berdua asik menikamti

kenikmatan sex.


Berganti posisi,, mbak Fera masih diatas, tapi kami duduk,, aku pangku mbak Fera diatas Sofa hijau yang

empuk… Aku naikan tubuh mbak Fera dengan tanganku.. Dan aku naik turunkan tubuh mbak Fera yang molek

itu,, kontolku semakin kencang menyodok memek mbak Fera yang semakin basah.. Aku sodok-sodokan kontolku

ke memek mbak Fera, aku naik turunkan tubuh mbak Fera lebih cepat… Sambil aku kenyot puting mbak Fera

yang merah mungil itu…

Ouhhh Ouuuhhh Ahhhh desah mbak Fera keenakan.


“Enak Rif”,,, Lebih kencang Rif Owwhhh Uhhhh Agghhhhhh.. mbak Fera mendesah,, sodok lebih kencang

kontolmu ke memek ku Rif… Hisap Memekku lebih kencang Rif… Ouuuhhh Ahhh Enak Rif… Mbak Fera berkata dan

mendesah…

Jeritan desahan mbak Fera semakin meronta dan aku semakin keras memainkan kontolku menyodok memek mbak

Fera….

Ahhhhhhhhhh Ouuhhhhhh.. aku keluar Rif… Haaaaaaaaa Ouuhhhhhhh mbak Fera sambil menghela napas…. Nikmat

banget Rif… Merasakan puasnya permainan sex.

“Ganti posisi dong Rif” Ucap mbak Fera yang masih haus….


Lalu mbak Fera menungging…. karena aku sering menonton film bokep pastinya aku udah tau dong apa yang di

inginkan mbak Fera.. Dia ingin posisi Dogy Style…


Mbak Fera nungging di atas Sofa dan aku berdiri.. Aku dibelakang mbak Fera aku masukin lagi kontolku ke

memek mbak Fera yang basah basah basah itu… Aku sodok-sodokan perlahan.. mbak Fera mendesah…. aku pun

juga mendesah..


Aku atur irama sodokan kontolku ke memek mbak Fera yang merah dan basah itu… maju mundur seperti tukang

parkir…


Slurupp Slurrupp Slurruppp Sluruupp … nyoott nyoott nyottt,,, prettt..prettt..pret… suara kontolku

menyodok-nyodok memek mbak Fera… Ouuhhhh Aggghhhh Owwwhhh mbak Fera meronta…


Terus aku atur irama … maju mundur kontolku menyodok memek mbak Fera…. Ouuhhh Ahhhhh mbak Fera meraih

tanganku untuk meremas Payudaranya.. jari jariku memutar di puting mbak Fera yang imut-imut itu…


“Enak Rif.. terus Riff.. Ouuhhh Agghhhhh Ahhhhhhhh ,, desahan mbak Fera meronta..

“Sodokin lebih dalam Rif”….


Semakin kencang aku sodokan kontolku ke memek mbak Fera.. semakin cepat aku maju mundurkan kontolku

menyodok memek mbak Fera… Dan aku lebih tekan kontolku menyodok memek mbak Fera…


Ahhhhh Ahhh Owwhhh terus Rif… mbak Fera meronta keenakan … Ahhhhh Ahhhh

Owwhwhhhh.. Ahhhh Ouuuwwwggghhhhh mbak Fera menjerit meronta.. mau keluar aku Rif lebih kencang Rif

sodokanmu .. Ouuuwwwhhhh Aggghhhhh.. mbak Fera merasa keenakan..


AAAAGGGGHHhhhhhhhh OOwwwwhhhhhh sambil menghela napas.. hmmm hmmmmm hmmmm keluar Rif….

Lalu tak lama kita langsung berganti posisi.. sini rif masukin lagi kontolmu ke memekku ya.. masih gatel

neeh Rif.. memekku ingin di genjot lagi..


Mbak Fera tidur dan mengangangkan kakinya diatas Sofa….


Tanpa komando langsung aku hajar lagi.. memek merah.. mbak Fera..


Aku masukin kontolku ke memek mbak Fera… posisi mbak Fera yang mengangkangkan kakinya lebar lebar.. aku

lebih leluasa menyodokkan kontolku ke dalam memek mbak Fera.. Slot Online Terpercaya


Aku atur perlahan-lahan maju mundur kontolku menyodok memek mbak Fera yang merah merekah,, dan sudah

berair itu…

Maju mundur;…. prrtttt prtttt prtttt slurup slurrruupp slurrruppp prrtt.. prrrttt suara kontolku dan

memek mbak Fera meronta… enak Rif.. enak sambil mengangkangkan kaki dan merem melek mbak Fera pasrah aku

sodok-sodokan kontolku ke memeknya…


Ohhh Ouuhhh Owwwhhh Aggghhhh Hmmm Hmmmm desah kami berdua bersahutan…


Lebih kencang Rif… Geli banget neeh memekku Rif… Enak Banget…. Sodokkan kamu Rif… Hmmm Hmmmm Ouugghhhh

Ougghhh desahan mbak Fera…


Agghhh Aghhhh desahan ku yang merasakan kehangatan dan kegelian memek mbak Fera yang mengenyot

Kontolku….

Ouhhh Ouhhh Agghhhh nikmat Rif Terus Rif… Ahhhhgggghhh mbak Fera meronta kegirangan…


Selang berapa waktu aku semakin sodok lebih kencang memek mbak Fera… Kontolku sudah menegang ga karuan..

kontolku sudah tegang banget ga tahan di kenyot memek mbak Fera yang masih rapet itu,,, aaGghhhh

Gggghhhh Ouwwwhhhggg hhhhh Ouwwhhhh… desahan ku…


Semakin kencang aku sodok.. mbak Fera pun semakin mengakangkan kakinya dengan tangannya semakin lebar….

Aaahhhh Ouuwwhhhh Srruuppp Prrttttt Hmmmmm suara desahan dan suara kontolku yang menyodok memek mbak

Fera bersahutan…


GA kuat aku mbak.. mau keluar aku mbak… Ouuhhhh


Agghhh Ouuhhhh sama Rif,, mbak juga horny banget mo keluar .. keluarin bareng yuk…


Tak lama kemudian… Kontolku terasa hangat seperti diguyur air hangat.. tanda kalau mbak Fera dah keluar…

Langsung aku sahut dengan cipratan air kenikmatan dari kontolku.. sambil aku sodokan kontolku ke memek

mbak Fera lebih kencang


OOOwwwwhhhhh Ouuuggghhhh Agghhhhh Agghhhhhh… kami berdua meronta keenakan.. Hmmmm keluar bareng kami dua

mengluarkan air kenikmatan


Hmmm Hmmm Hmmmm puas Rif enak banget sahut mbak Fera… merasakan kepuasan setelah keluar


“Iya mbak enak banget.. hmmm hmmmm”” sahut aku menghela napas…


Kami berdua bergumal manja-manjaan sambil mbak Fera mengecup keningku penuh kehangatan.. menandakan

kalau dia udah puas


Bobokan dulu yuk.. Capek Rif… Pulang ntar dulu ya,, istirahat bentar sini aja gapapa…

Kemudian kami merebahkan Badan kami berdua yang capek ga karuan…. Setelah bertempur dengan Cinta dan

Nafsu…


Tamat….


Cerita ini berdasarkan pengalaman Pribadi teman saya.. nama dan tokoh disamarkan,,,

Cerita Sex Jeritan Hot

Crot Nada4D - Cerita Sex Kelulusan SMA, Kelulusan SMA adalah masa yang paling menggembirakan untuk semua siswa/siswi, segala perayaan dibuat mulai dari corat coret hingga pawai keliling kota yang bikin macet jalanan. Kegembiraan ini juga dirasakan oleh Via dan pacarnya saat itu, sebut saja Andre, yang sudah berpacaran selama 1 tahun. Hubungan mereka boleh dibilang cukup mesra mengingat Andre kos dikota itu dan beberapa kali mengajak Via kekamar kosnya untuk sekedar petting atau bercumbu, namun tidak sekalipun mereka pernah bercinta.


Hari itu adalah hari pelepasan siswa/siswi SMA, acara diadakan disebuah ruang serbaguna yang cukup besar dan terkenal dikota itu. Acara yang diadakan seperti biasa ada pertunjukan pentas seni dan wisuda simbolis untuk beberapa siswa/siswi yang berprestasi. Dipojok taman depan ruang serbaguna Via asyik bercengkrama dengan Andre seputar masa depan yang akan mereka tapaki berikutnya, dengan mesra Andre merangkul pundak Via yang bersender dibahunya.


Tangan Andre megusap-usap lengan atas Via seraya mengecup kepala Via dengan lembut, Andre tiba-tiba berdiri dan menggandeng tangan Via menuju kantor administrasi ruang serbaguna yang terletak agak jauh dari ruang serbaguna itu sendiri. Dibelakang kantor itu Andre merapatkan tubuh Via kedinding sambil melumat bibir manis Via, mereka berpelukan seperti sepasang kekasih pada umumnya dengan rangkulan mesra lengan Andre dipinggang Via.

Cerita Sex Kelulusan SMA

Tindakan yang paling jauh yang mereka lakukan saat berpacaran dikamar kos hanya sebatas pada hands job yang dilakukan Via kepada penis Andre, Petting atau menggesekan alat kemaluan mereka dengan memakai bawahan masing-masing, atau close up dengan Andre yang suka sekali mengulum puting susu Via yang coklat kemerahan dan mungil. Situs Slot Online Terbaik


Beberapa kali Andre sempat memaksa Via untuk telanjang bulat namun Via selalu menolak dengan alasan malu atau tidak siap, Andre cukup frustasi kadang mengingat gejolak nafsunya yang begitu menggelora saat berduaan dengan Via dikamar kosnya yang sempit.


Terpisah dari kawanan teman-temannya yang sibuk mengikuti acara pelepasan itu, Via dan Andre asyik asyik terus bercumbu dibelakang kantor administrasi serbaguna itu. Ciuman bibir yang mereka lakukan begitu panas, hingga kuluman demi kuluman pun mereka lakukan, Andre sesekali menciumi leher jenjang Via yang wangi parfum khas anak baru gede. Tak terasa tiba-tiba penis besar Andre menegang dan menekan kuat kearah kemaluan Via yang dibalut rok abu2 SMA-nya, nafsu Andre kembali bergejolak dan kali ini ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Ditariknya tangan Via menuju dalam kantor administrasi yang ternyata tidak dikunci, lalu digandengnya Via masuk ke dalam toilet sambil mencari bilik paling pojok untuk menuntaskan nafsunya.



“Kita mau ngapain Ndre, ini kan toilet laki-laki, nanti kalo ada yang masuk gimana?”, tanya Via saat Andre menarik paksa dirinya masuk ke bilik dalam toilet tersebut,

“Tenang aja Vi, anak-anak kan pd sibuk sendiri…gak akan ada yang tau kita disini”, jawab Andre.


Dalam bilik toilet yang cukup bersih itu, Andre meminta duduk dicloset jongkok yang penutupnya sudah diturunkan, lalu tergesa-gesa membuka restleting celananya untuk mengeluarkan penis besarnya yang sesak karena sudah menegang. Via sudah tau apa yang Andre mau, sesuatu yang saat pertama kali dia merasa jijik hingga Andre harus sedikit memaksanya untuk melakukannya.


Penis besar Andre sudah mengacung tegak tepat didepan wajah manis Via, dengan ragu Via menggenggam penis itu lalu mengocoknya perlahan, namun dia tau bukan sekedar itu yang Andre mau. Dengan sedikit memaksa, Andre memegang kuat kepala Via dan mendorong penisnya masuk kemulut mungil Via…penis itu terasa sesak memasuki mulut Via yang mungil, namun dengan nafsu yang tak tertahan, Andre mengocokan perlahan penisnya didalam mulut Via.


Sambil tangannya menggenggam penis itu, Via menjilati kepala penis besar Andre yang merah, dan ketika lubang kencingnya terjilat oleh lidah Via, Andre merasakan sensasi yang luar biasa sehingga ia mendesah entah keenakan atau kegelian. Via memang belum terbiasa melakukan blow job, boleh dibilang kekasih Andre sebelumnya lebih jago dalam melakukannya, namun wajah manis Via dengan mulut yang dipenuhi penis membuat Andre sangat terangsang.


Saat Via sibuk mengulum dan menjilati penisnya, Andre mengangkat Via untuk berdiri dan membuka paksa kancing seragam SMA Via…satu persatu kancing itu terbuka hingga terlihat dada mulus Via dengan payudara mungilnya yang bulat menggemaskan dibalut BH pink yang dikenakannya. Andre mencium pipi dan cuping telinga Via sambil berkata,


“aku buka seragam dan BH-nya ya sayang….”, tanpa menunggu persetujuan Via, Andre membuka seragam SMA dan BH pink Via sambil sesekali menjamah puting susu Via.


Kali ini Via sudah setengah telanjang dihadapan Andre, payudaranya mulai diremas kanan dan kiri bergantian, Andre sedikit membungkuk menjilati daerah sekitar puting susu Via hingga puting susunya mengeras terangsang. Seperti seorang bayi, Andre menyusu pada puting susu kanan Via dan membuat memar disekitarnya….sedotan dan gigitan kecil Andre sesekali membuat Via beteriak kecil sambil menjambak rambut Andre…Via pernah merasakan puting susunya bengkak beberapa hari karena Andre terlalu hot menyedotnya.


Aksi Andre terus berlanjut dengan mengulum, menyedot, dan menggigiti payudara serta puting susu Via yang tidak terlalu besar namun bulat menggairahkan. Kedua tangan Andre sibuk meremas-remas pantat Via dari luar rok SMA-nya, sambil mencoba membuka restletingnya yang terletak dibagian belakang. Tanpa disadari oleh Via, yang tenggelam dengan kenikmatan permainan ‘menyusu’ Andre, tiba2 Via merasakan rok SMA-nya sudah jatuh kelantai dan dia tau saat itu dia hanya mengenakan CD coklat berenda yang dikenakannya.


“Andre, enggak…kamu mau apa?”, sergah Via sambil sedikit mendorong tubuh Andre yang lebih besar dari dia.

“Via sayang, kasih kesempatan aku untuk melihat kepolosan tubuhmu….please…”, pinta Andre dengan memelas….Via hanya mengangguk pelan seraya jantungnya berdegup kencang, Andre meloloskan celana dalam Via dan memandang kagum daerah sekitar kemaluan Via yang dipenuhi bulu kemaluan yang tidak terlalu lebat dan sangat terawat.


Andre berjongkok, meminta Via merenggangkan kedua kakinya, lalu mengusap dari mulai betis hingga naik keatas hingga meremas pantat bulat telanjang Via. Pelan2 dia membuka belahan kemaluan Via dan menemukan gundukan berwarna pink yang sudah menegang, dia sudah menemukan klitoris Via……pelan-pelan dia menjulurkan lidahnya dan menjilat klitoris Via dengan lembut, Via mendesah…dan desahan Via semakin membuat Andre bertekad melanjutkan aksinya.


Dijilatinya klitoris Via dengan penuh nafsu sambil sesekali tangan nakalnya membelai bibir kemaluan perawan Via….Andre dapat merasakan betapa cairan kenikmatan Via sudah membasahi jemarinya, ingin sekali dia menusukkan jarinya kedalam kemaluan Via namun dia tau Via pasti akan membencinya setengah mati.


Kali ini Andre berdiri, mencium lembut bibir dan kening Via, lalu membalikkan tubuh Via menghadap dinding. Via sedikit membungkuk sambil memegang closet duduk didepanya. Andre meremas kedua payudaranya dari belakang sambil menggesekkan penisnya dibibir kemaluan Via….Cerpen Sex


“arrgghhh…Ndre…please jangan dimasukin ya….aku belum siap…”, pinta Via.


Andre tidak menjawab dan sibuk menggesek-gesekkan kepala penisnya kebibir kemaluan Via…..nafsunya semakin tidak terkendali…dan tiba-tiba, Andre menyodok kemaluan Via dengan paksa sehingga Via menjerit….


“ahhhhhh…..Andreee….sakit…..”, teriak Via,

“tempemu nikmat sekali sayang….ahhh…sempit….”, jawab Andre sambil mengocokan perlahan kemaluan Via yang mulai terbiasa dengan ukuran penis Andre yang menghujamnya.


Via sedikit berontak, dan hal itu memaksa Andre memegang kuat kedua tangan Via….sambil menyodok-nyodok kemaluannya. Sesekali Andre melihat penisnya yang dilumasi cairan kenikmatan kemaluan Via, namun dalam hati ia sedikit aneh karena tidak ada darah keperawanan yang seharusnya ada…..namun dia tidak terlalu perduli, yang penting dia sudah merasakan nikmatnya lubang kemaluan Via. Situs Slot Online Terpercaya


Beberapa menit Andre menyodoki kemaluannya, Via merasakan tubuhnya bergetar……Via merasakan orgasme yang luar biasa, dan Andre yang mengetahui hal itu segera mencabut penisnya….membalikkan paksa tubuh Via sambil memintanya duduk dicloset itu….mengocok sendiri penisnya dengan cepat…lalu…croottttt….croootttt….penisnya menyemprotkan sperma yang sangat banyak kearah payudara mungil Via…..payudara indah itu blepotan sperma…dan Via hanya pasrah menerima perlakuan kekasihnya itu……Sambil mengecup kening Via yang masih terduduk lemas, Andre berkata


“trima kasih sayang….aku harap kita bisa terus bersama walau setelah lulus SMA….”

Cerita Sex Kelulusan SMA

Crot Nada4D - Cerita Sex Office Boy Yang Beruntung 1, Perlahan-lahan motor Honda berwarna hitam itu memasuki sebuah jalan cukup lebar di kompleks perumahan di BSD. Pengemudinya yang berkulit coklat tua menjurus hitam itu kelihatan sedang mencari-cari nomor rumah tertentu, menandakan bahwa ia bukan penghuni di jalan itu. Akhirnya ditemukannya nomor yang dicarinya, motornya dihentikan didepan rumah cukup besar dan terletak agak tinggi dibandingkan jalanan. Si pengemudi yang terlihat masih muda sekitar duapuluhan dengan ciri biologis pribumi asli itu lalu turun dan mematikan motornya, agaknya ragu-ragu namun kemudian mengajukan langkahnya mendekati pagar pintu besi, dan dicarinya tombol bel yang seperti pada umumnya rumah-rumah baru di situ agak tersembunyi di belakang pintu besi itu. Setelah memencet ketiga kalinya maka pintu rumah itu terbuka, muncullah pemuda yang agaknya si penghuni rumah berusia sekitar akhir dupuluh atau awal tiga puluhan tahun.


“Selamat sore pak Ridwan”, tegur sang pemuda tamu setelah melepaskan helm penutup kepalanya sehingga terlihat rambutnya yang tebal agak bergelombang dengan wajahnya lumayan cukup keren berkumis, disertai senyum agak malu dan menoleh ke kiri ke kanan, ternyata jalanan itu cukup sepi.

Selamat sore dik Reza, ayo masuk tak usah malu dan sungkan, bawa masuk aja motornya, biarpun disini biasanya cukup aman tapi kan engga tahu kalau yang niat jahat bisa ada dimana saja”, demikian sambutan ramah sang tuan rumah yang berkulit jauh lebih bersih dengan raut wajah khas keturunan.

Cerita Sex Office Boy Yang Beruntung 1

Reza mengangguk setuju lalu membawa motornya melewati pintu pagar besi itu, kemudian didorong menaiki jalur masuk kedepan garasi yang memang terletak agak tinggi dibandingkan jalan di depannya.

“Adik Reza sudah makan belum ?”, tanya tuan rumah Ridwan.

“Sudah pak, ditengah jalan saya mampir di warung gudeg kesenangan saya”, jawab Reza, “ini pesanan bapak saya bawakan”, lanjutnya lagi sambil menyerahkan bungkusan kecil kepada Ridwan.

“Oh ya, terima kasih , ayoh masuk dan minum dulu, kan capek dijalan pasti macet tadi, kita ngobrol-ngobrol sebentar, jangan malu-malu engga ada siapa-siapa hanya istri saya di rumah, tapi dia lagi mandi”, lanjut Ridwan dan menatap Reza disertai kedipan mata penuh arti. Situs Slot Online Terpercaya

“Iya deh pak , tapi engga lama nanti takut hujan nih”, Reza mengikut dibelakang Ridwan yang masuk melewati pintu rumahnya menuju ruang terima tamu.

“Ayoh silahkan duduk, kalau hujan ya tak apa-apa, kan kini di bawah atap jadi engga basah kalau nunggu disini, dik Reza mau minum hangat atau dingin segar ?”, tanya Ridwan.

“Engga usah repot-repot pak, seadanya saja”, jawab Reza masih agak sungkan.

“Biasanya kalau jam-jam segini enak minum teh jahe, pasti adik senang teh jahe ginseng nanti – badan jadi terasa hangat, segar dan dapat tambah enersi”, lanjut Ridwan, kembali dengan kalimat yang rupanya menjurus ke arah maksud tertentu.

“Nanti saya cari dan lihat dulu dimana letaknya bungkusan teh itu, maklum pembantu lagi sakit dan yang biasanya bikin teh ginseng ini istri saya, tapi mungkin dia sudah selesai mandi”, demikian Ridwan sambil melanjutkan langkahnya menuju kebagian dalam rumah yang cukup besar itu.

“Baiklah pak, saya ikut aja apa yang biasanya bapak dan ibu minum di waktu sore”, jawab Reza.

Ridwan melangkah masuk kedapur dan ternyata disitu berdiri Vonny istrinya yang telah selesai mandi, dengan rambut masih agak tergerai di pundaknya, memakai baju rumah tanktop pendek yang hanya menutup setengah pahanya, berwarna coklat tua tipis cukup merayang tanpa BH sehingga dengan nyata terlihat puting buah dadanya dan celana dalamnya yang berbentuk string. Vonny rupanya sedang membuat kopi dengan alat Philips Senseo sehingga aroma harum memenuhi dapur itu. Ridwan memeluk istrinya Vonny dari belakang, menciumi pundak serta lehernya yang putih jenjang, jari jemarinya yang iseng meraba raba pinggang Vonny merantau ke depan lalu meremas ketiaknya, mulai meremas remas gundukan gunung kembar yang tak tertutup BH sehingga terasa sangat padat kenyal itu. Tak sampai di situ saja Ridwan mulai menarik tanktop yang dipakai istrinya sehingga naik ke atas mencapai bulatan pinggulnya, menyebabkan betis dan kedua pahanya terpampang jelas, kemudian mulai pula diraba dan dielus-elus paha serta bulatan pinggul Vonny.

“Von, tuh si office boy udah datang, lagi nunggu di ruang tamu, rupanya kehausan juga dia, bolehlah diajak minum sekalian”, ujar Ridwan sambil terus menerus menggerayangi tubuh Vonny.

“Udah ah, geli kan, mau ngapain sih dia dateng sore begini ?”, tanya Vonny sambil menggeliat geliat.

“Kan dia nganterin barang pesenan, lagian mungkin udah kangen ngkali pengen liat nyonya bahenol”, jawab Ridwan yang sebelumnya memang telah merencanakan untuk “mempersembahkan” istrinya.



“Ngga usah ya, emangnya dia sendiri engga punya bini atau simpenan”, sahut Vonny yang sebenarnya masih agak ragu dengan petualangan swinger, walaupun sudah mengetahui bahwa Reza selalu “lapar” mata dan mengawasi tubuhnya jika ia datang ke kantor dimana Ridwan bekerja.

Vonny dan Ridwan adalah pasangan muda sangat modern dengan prinsip hidup liberal kebebasan sepenuhnya, juga termasuk dalam hubungan pasutri. Keduanya sering membaca bersama cerita erotis dalam weblog semarak di internet saat ini, dimana soal tukar pasangan dengan persetujuan kedua belah fihak juga merupakan salah satu thema yang mengundang banyak pembaca. Mereka berdiskusi dengan terus terang dan saling menanyakan apakah misalnya Vonny keberatan jika Ridwan menggauli seorang wanita lain , dan juga sebaliknya apakah Ridwan bersedia “membagi” kebebasan serupa jika ada lelaki asing yang ingin mencicipi tubuh Vonny. Mula mula Vonny sangat terkejut dengan diskusi itu, namun rupanya gairah tubuh mudanya disertai rasa ingin tahu lebih besar daripada rasa malunya.

Tentu saja sebagai seorang wanita dan istri yang menjaga diri dan tak mau disebut “murahan” begitu saja Vonny tak langsung mengatakan setuju, hanya jika ditanyakan dan didesak apakah mau digauli oleh si office-boy dikantor, maka jawabannya selalu mengelak dan tak langsung setuju.

揈ngga ah, ntar jadi ketahuan orang lain, belum tentu si Reza bisa dipercaya mau tutup mulut, lagian mau ngapain sih”, demikian selalu jawaban Vonny mengelak. Setelah beberapa minggu dirayu dan dipancing dan “dipanasi” terus menerus dengan pelbagai cara, jawaban Vonny berubah menjadi :

“Engga tahu lah, lihat aja deh gimana, belum tentu juga dia ada minat, mungkin dia cuma senang ngawasin dan ngeliat aja, kan biasa mata lelaki begitu semua, kayak kamu juga gitu”.

Dari jawaban ini Ridwan mulai merasa yakin bahwa istrinya tidak menolak mentah mentah dan ingin tahu juga apakah kesan melakukan perselingkuhan dengan izin suami sendiri.



“Udah selesai kan kopinya buat tiga orang, coba bawa deh keruang tamu, taruhan yuk si Reza bakalan melotot ngeliat kamu pakai baju kaya begini”, demikian kelakar Ridwan semakin menghasut istrinya.

“Kamu aja yang bawain, mau tukar pakaian yang lain”, jawab Vonny pura-pura, padahal dia sengaja pakai baju tanktop pendek dan merayang itu karena tahu OB Reza di sore itu akan datang.

“Ayolah, pake malu malu gitu, abis mandi kan kelihatan seger banget, pasti kecium badannya si nyonya amoy bahenol wangi merangsang”, desak Ridwan kepada istrinya.

Di sore itu memang pembantu mereka sengaja diberikan bebas jalan-jalan dan nonton film di mall ditambah uang jajanan, yah mana ada pembantu muda zaman sekarang yang menolak extra bonus begitu. Dengan langkah masih agak ragu namun tetap terlihat lemah gemulai disertai lenggokan menawan tatapan pria Vonny perlahan lahan keluar dari dapur dengan membawa nampan dengan diatasnya tiga cangkir kopi dan beberapa potong coklat serta kueh kering sebagai snacks. Meskipun agak menundukkan matanya karena harus memperhatikan cangkir kopi yang penuh namun Vonny melihat Reza langsung berdiri melihat kedatangannya dengan mata tak berkedip sama sekali. Di saat meletakkan nampan dengan cangkir kopi dan snacks di meja tamu yang terlapis kaca itu Vonny mau tak mau harus membungkuk sehingga bagian atas baju tanktopnya terbuka untuk mata tatapan mata Reza yang melotot melihat betapa putih dan montoknya belahan buah dada Vonny dan di tengah kedua gundukan itu mencuat puting yang rupanya agak mengeras entah karena dinginnya AC. Setelah meletakkan dan membagi ketiga cangkir kopi Vonny dan Ridwan kemudian duduk bersama berdampingan di kursi salon lebar , sementara Reza duduk langsung di hadapan Vonny yang berpura-pura malu menarik ujung rok tanktop yang dalam posisi duduk hanya menutup setengah pahanya. Mereka kemudian bercakap cakap dan ngobrol ke kiri ke kanan sampai di suatu saat Ridwan bertanya apakah Reza sudah berkeluarga, dan dijawab olehnya “belum”. Masih nyari pasangan yang cocok susah zaman sekarang katanya, belum lagi suasana keuangan belum mantap, untuk sendiri aja tak cukup apalagi harus menanggung keluarga lanjutnya. Mendadak HP Ridwan yang terletak di meja kerja di ruangan sebelah dalam berbunyi, sehingga Ridwan permisi masuk meninggalkan Vonny dan Reza. Kini keduanya hanya berdua dan terlihat bahwa Vonny agak kikuk, karena dirasakannya mata Reza semakin binal mengincar tubuhnya yang merayang di bawah baju tanktop tipis. Terutama bagian buah dada serta pahanya menjadi sasaran menyebabkan Vonny ingin lebih menarik ujung tanktop ke bawah serta berusaha merapatkan belahan pahanya agar tak bisa di”intip”. Agaknya Reza makin berani dan mulai yakin bahwa wanita muda di hadapannya “kepanasan” menantikan kegiatan yang lebih menjurus maksud tertentu. Ketika Reza ingin menggeser duduknya lebih maju kearah meja untuk meletakkan cangkir kopinya, maka muncullah Ridwan yang ternyata telah menukar bajunya dan telah memegang kunci mobil.

“Eeh, mau kemana koq udah tukar baju ?, tanya Vonny kaget dan menjadi agak gugup karena hal ini di luar dugaan dan tak pernah dibicarakan lebih dahulu, padahal ini sudah termasuk rencana Ridwan dan Reza sejak kemarin dikantor.



“Harus balik ke kantor sebentar say, ada transaksi Forex dan hedge funds tak dapat ditunda, kalau engga rugi”, jawab Ridwan, “setengah jam pasti udah balik, Reza tolong temani istri saya sebentar, nanti makan malam sama sama, saya ntar mau beli sate kambing, Reza doyan kan ?”, lanjut Ridwan.

Vonny kini sadar bahwa hal ini pasti diatur oleh Ridwan dan agak jengkel juga “dijebak” namun sebelum ia sempat protes Ridwan telah bergegas keluar kedepan garasi, masuk ke dalam mobil Nissan Qashqai Trail dan kemudian melaju ke arah jalan setelah menutup pintu garasi di belakangnya, meninggalkan istrinya Vonny yang sangat terombang ambing di antara rasa tak nyaman, agak takut tapi juga tergoda oleh kenyataan bahwa kesempatan untuk selingkuh kini terbuka lebar !!! Ridwan memang telah agak lama merayu dan akhirnya berhasil membujuknya sejauh mungkin antara lain dengan mengajaknya membaca pelbagai kisah sangat erotis yang semarak di pelbagai weblog, sehingga rasa ingin tahu untuk mencoba bagaimana rasanya ML dengan lelaki asing tergugah tinggi, juga dengan lelaki pribumi asli berkulit hitam legam kasar sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih sebagaimana khasnya orang keturunan.


Hanya diperkirakannya bahwa semua akan berlangsung tahap demi tahap, kenalan, ketemu dan ngobrol basa basi dulu beberapa kali sebelum memasuki taraf lebih lanjut, tidak langsung sedemikian cepatnya. Vonny ingin rasanya lari keluar tapi mana mungkin dengan pakaian seperti itu selain itu untuk mundur dari permainan “sandiwara” yang tak langsung telah disetujuinya sendiri juga terlambat. Dari sudut matanya Vonny melihat senyum mesum Reza. cerpensex.com Reza yang memang sudah bersepakat dengan Ridwan kini memperoleh kesempatan seluasnya untuk mulai melakukan aksinya. Telah disepakati dengan Ridwan bahwa ia boleh menggarap Vonny asalkan tidak disakiti apalagi dilukai. Boleh dibujuk, dirayu, didesak dan yah sedikit dipaksa bolehlah, selama satu jam penuh Ridwan belum akan kembali, demikian perjanjiannya, jadi Reza lumayan punya waktu. Apa yang tak diketahui oleh Reza bahwa sebenarnya Ridwan berniat untuk beberapa menit kemudian kembali lagi ke rumahnya, mobil akan di parkir di depan rumah sebelah, masuk diam-diam lewat pintu kecil samping garasi, lalu mengintip peristiwa swinger Vonny dengan Reza si Office Boy yang beruntung. Reza melihat betapa gugupnya Vonny menghadapi situasi yang sama sekali tak diduganya itu, oleh karena itu Reza berusaha sedikit mengalihkan pembicaraan sehingga lebih mudah untuk mendekati.


“Ibu senang bunga ya, bagus amat anggreknya yang dipasang dekat jendela, ngerawat sendiri bu ?”, Reza pura-pura menunjuk ke arah bunga anggrek merah muda berbintik-bintik yang memang dipasang dekat jendela.

Vonny merasakan bahwa ini kesempatan untuk sedikit menghindar tatapan mata Reza yang sangat haus selama ini, dan bangun dari tempat duduknya untuk berjalan ke arah bunga anggreknya.

“Iya, saya coba coba sendiri, baru mulai bulan lalu entahlah bisa tahan apa engga”, Vonny telah berdiri didepan jendela dengan hiasan anggrek kesayangannya.

Tapi justru dengan berdiri di hadapan jendela itu maka sinar matahari semakin menyorot dan menyebabkan silhouette tubuhnya semakin jelas di balik tanktop tipisnya. Selain itu Reza malahan memperoleh kesempatan untuk ikut berjalan dan kini telah berdiri di belakang Vonny, semakin lama semakin dekat sehingga tubuh mereka hampir berdempetan dan Vonny merasakan hembusan nafas hangat Reza di belakang lehernya. Kemudian dirasakannya tangan Reza berada di atas pundaknya , berdiam sejenak disitu kemudian mengelus serta meraba kulitnya yang mulai merinding, sebelum bibir hangat Reza menyentuh leher dan bahunya.

“Wah relax bu relax dikit, pundak ibu terasa sangat tegang otot ototnya, coba duduk lagi di sofa panjang bu, nanti saya pijat pasti ibu senang dan hilang tegangnya” ujar Reza meneruskan usahanya.

Vonny ingin membalikkan tubuhnya namun dengan sigap Reza telah memeluk pinggangnya yang ramping dengan tangan kirinya, sementara ciumannya dileher dan belakang telinga Vonny semakin gencar. Sejenak kemudian Vonny merasakan kedua tangan Reza memegang pundak dan belakang lehernya yang lalu diurut dan dipijat sehingga dirasakan sedikit nyaman mengurangi ketegangan.


“Ennngmmh, udaaah ah, jangan mas, saya kan istri orang, tak baik kalau ini ketahuan orang”, protes Vonny masih berusaha mengendalikan diri, walaupun ia tahu bahwa penolakannya tak sepenuh hati.

“Emmmh, saya engga tahan lihat badan ibu, sudah lama saya pingin meraba, kini kan kita berdua, tak ada yang tahu, nikmati bu, kehausan ibu nanti akan hilang”, suara Reza mendesah di telinga Vonny.

Sementara terus memijit dan mengurut dengan tangan kanannya Reza melingkarkan lengan kirinya di pinggang Vonny dan perlahan lahan ditariknya mundur selangkah demi selangkah menjurus kearah sebuah bangku panjang, semacam sofa yang empuk dan cukup lebar. Vonny menengadahkan kepalanya dan menghembuskan nafas lembut yang lama kelamaan menderu semakin cepat, kedua tangannya meraih kebelakang memegang kepala Reza yang berada di belakang lehernya sambil terus menciumi bergantian kedua telinganya, menyebabkan Vonny semakin kegelian. Langkah demi langkah Reza setengah menyeret Vonny kebelakang dan keduanya telah mencapai sofa empuk yang panjang itu dimana Reza langsung menghempaskan dan meletakkan “mangsanya” yang masih berusaha segera bangun dan berdiri. Namun Reza lebih sigap dan tubuhnya yang cukup tegap berat telah menindih Vonny, dan karena rontaannya itu maka justru ia kini dalam posisi tertelungkup. Dengan keadaan ini maka Reza dengan mudah menindihinya dan secara sangat pandai ia tetap memijit dan mengurut leher pundak Vonny, sementara pinggul yang begitu bulat menggairahkan ditindihnya.



Vonny tak sanggup banyak bergerak atau berontak dalam keadaan tak menguntungkan itu, hanya kedua tangannya saja terkadang menggapai ke belakang berusaha melepaskan diri dan mendorong tubuh yang menindihnya. Semua sia sia saja, bahkan dengan pergulatan itu tanktop yang dipakainya telah tersingkap naik ke pinggangnya, menyebabkan punggungnya jelas terpampang. Sebagaimana umumnya wanita pemakai tanktop tidak mempunyai perlindungan BH di bawahnya, dan ini diketahui pula oleh Reza, tangannya yang memijit leher pundak Vonny kini mulai berani turun ke bagian depan.

“Aaiiih, ooooooh, mas udah dong, jangan terusin, suami saya pasti sebentar lagi pulang, jangan aah, lepas dong, tolong saya, enggga mauuu”, Vonny semakin liar menggeliat ketika dirasakannya jari-jari Reza menaiki lereng bukit kembarnya dari samping dan mulai bergerilya menekan meremas remas.

Menduga bahwa perlawanan Vonny sudah sangat menurun maka Reza semakin berani, ditarik serta disingkapnya tanktop berwarna merah muda itu dengan sigap melawati bahu dan kepala Vonny dan hanya dalam waktu beberapa detik bagian atas tubuh Vonny telah telanjang tanpa penutup apapun. Tanktop itu sengaja dibiarkan oleh Reza menyelubungi kedua bahu dan lengan Vonny menyebabkan mangsanya itu sementara agak “terjirat-terbelenggu” sehingga sukar berontak melepaskan diri. Vonny semakin panik dan meronta ronta, tak diduganya bahwa Reza begitu berani melangkah sejauh itu, tapi semua usahanya tidak memberikan hasil, sementara tubuhnya kini hanya tinggal memakai CD string.

“Tenaaaang aja bu, tenaaaang, relaaaax, pasti ibu engga nyesel, pak Ridwan pasti masih sibuk, apalagi mau beli makanan dulu, ibu nikmati aja permainan saya, engga ada yang tahu bu”, Reza menghibur sambil meneruskan aksinya, kini telah ditemukannya puting yang segera dipilin dan dicubit cubitnya.

Vonny tak berdaya menghadapi serangan yang bertubi-tubi itu, hanya kedua betis kakinya menekuk menghentak hentak, sementara kedua tangannya yang berusaha mencakar ke belakang kini dipegangi dan ditelikung oleh tangan kiri Reza, dan ini sangat menambah nafsunya sehingga si otongnya berdiri.

Mendadak Reza bangun dan membalikkan tubuh Vonny sehingga terlentang yang segera ditindihnya lagi, kedua pergelangan tangan Vonny yang langsing diletakkan diatas kepala dan dicekalnya dengan hanya satu tangan kiri, sementara tangan kanannya menggerayangi dan meremas buah dada Vonny. Mulut Reza yang cukup besar dengan bibir tebal itu segera mencakup mulut Vonny yang jauh lebih kecil sehingga gelagapan, terutama ketika dirasakannya lidah Reza yang berbau rokok berusaha membelah bibirnya untuk memasuki rongga mulutnya. Karena Vonny tidak mau langsung membuka mulutnya maka Reza menarik dan mencubit puting buah dada yang telah mencuat itu, menyebabkan Vonny merasa amat kengiluan dan tak sadar meringis ingin berteriak, disaat mana lidah Reza menerobos masuk !.

“Auuuuw, eemmppfhh, sshhhh”, hanya desis itu yang keluar dari mulut Vonny yang kini dirajah Reza.

Vonny semakin kewalahan menghadapi serangan Reza, tubuhnya yang baru mandi kini mulai dibasahi kembali keringat karena pergumulannya dan perlawanannya yang sia-sia, tanpa disadari lidahnya mulai ikut “bersilat” melayani lidah Reza, ludah keduanya semakin tercampur, bau rokok yang sebenarnya tidak disenangi Vonny sudah tak diperdulikannya lagi, sapuan lidah Reza kini menyapu langit� rongga mulut Vonny menyebabkan timbul rasa geli, apalagi disertai remasan cubitan Reza di puting susunya. Reza merasakan di cekalan tangan kirinya bahwa geliatan pergelangan tangan Vonny berkurang, entah memang Vonny sudah mulai lelah, atau memang nafsu birahinya sendiri sudah terbangun sehingga tak mempunyai semangat untuk melawan. Kesempatan ini segera dipergunakan sebaik-baiknya oleh Reza dengan sigap dan tak terduga menarik celana dalam string Vonny sebagai penutup aurat terakhirnya. Vonny memekik kecil sambil meronta namun semuanya telah terlambat, kini sempurnalah tubuhnya yang kuning langsat putih terbuka di depan mata Reza, disertai dengan senyuman lebar kemenangan. Merasa yakin bahwa Vonny tak akan melawan lagi Reza melepaskan cekalan tangan kirinya di kedua nadi mangsanya dan segera tangan Vonny secara refleks melintang didadanya dan berusaha menutup celah selangkangannya. Sambil menatap naik turunnya buah dada montok Vonny akibat memburunya nafas sebagai tanda ketegangan akan apa yang terjadi selanjutnya Reza melepaskan kemaja dan kaos serta sekaligus jeans serta celana dalamnya. Kini dua insan berlainan jenis telah bugil bagai Adam dan Hawa ditaman firdaus : wanita keturunan muda belia dengan kulit putih kuning langsat tubuh montok terlentang disofa dalam posisi tak berdaya menghadapi seorang lelaki pribumi bertubuh kekar, berkulit hitam gelap dengan alat kejantanan telah tegang mengacung siap tembak membantainya.Cerpen Sex

“Udah mas, jangan diterusin, saya engga mau, nanti ketahuan orang, saya kan bersuami dan sebentar lagi pulang, jangan mas, saya akan rahasiakan peristiwa ini, tapi hentikan dong”, Vonny berusaha tenang walaupun degup jantungnya telah sangat cepat karena menahan emosi yang tak terkekang.

“Jangan takut, ibu tak akan saya sakiti, ibu sebenarnya kepingin merasakan petualangan juga, tak usah malu lah bu, semua biasa saja, tubuh ibu yang muda juga ibarat bunga harus banyak disiram air”, Reza berusaha menenangkan Vonny sambil kini tubuhnya mulai menindih mangsanya yang terlentang.


Reza yang nafsunya telah sangat memuncak itu ragu sebentar: apakah istri boss-nya di kantor ini akan dipaksanya untuk menyepong alat kejantanannya, tapi setelah beberapa detik diputuskannya untuk tidak melakukan hal itu saat ini, mungkin dalam kesempatan berikutnya.

揕ebih baik sekarang justru gue yang jilatin memeknya si amoy bahenol ini agar dia betul-betul terangsang sehingga menggeliat kehausan bagaikan hysteris mohon dipuaskan, ya ini siasat terbaik saat ini�, demikian keputusan Reza.

Reza menurunkan kembali wajahnya dan mulai menciumi leher Vonny, menjalar mengendus meniup-niup telinga kiri kanan, sementara tangan kiri meremas memijit dua gundukan daging putih di dada sambil memilin putingya, sedangkan tangan kanan turun ke arah pusar, bermain sebentar disitu lalu semakin turun mendekati bukit venus yang dihiasi rambut halus yang jelas sangat dirawat dan sering dicukur. cerpensex.com Vonny berusaha menggeliat dan meronta namun terlihat bahwa perlawanannya tidaklah sepenuh hati seperti seorang wanita yang sedang mempertahankan mati-matian kehormatannya. Ketika mulut Reza dari leher turun ke buah dadanya untuk menggigiti putingnya, terlihat Vonny hanya memalingkan wajahnya ke samping sambil mendesah lembut, sementara kedua tangannya bahkan memegangi rambut Reza. Ciuman dan cupangan Reza beralih dari kedua puting kemerah-merahan yang telah terlihat mengkilat basah mencuat ke atas kini menurun pusar yang disedotnya dengan rakus, lalu semakin merantau mendekati pusat kewanitaan Vonny. Tangan kiri Reza tetap aktif di puting yang semakin mengacung dan peka, sementara tangan kanannya meraba mengusap bagian dalam paha Vonny yang putih merangsang itu.

“Aaaah, udaaah dong, geliii, bapak nakal amat sih, udaah dong suami saya pulang nih, ntar ketahuan”, Vonny mendesah sambil berusaha mengatur nafasnya yang semakin memburu menahan nafsu.

“Udah tanggung bu, kepalang basah, nikmati aja lah, bapak masih sibuk di kantor”, Reza menghibur dan sekaligus melanjutkan penjelajahannya – sementara wajahnya telah menempel di daerah lipatan bagian dalam paha Vonny, mengecup dan menyupanginya dengan mesra sehingga memerah jambu.

Vonny tetap memalingkan wajahnya , dengusan nafasnya bersilih ganti dengan pekikan kecil kegelian jika Reza menggigit bagian dalam pahanya yang sangat peka itu. Geliatan dan liukan serta rontaannya makin menjadi ketika Reza mulai mencium daerah bukit kemaluannya. lidah Reza yang lebar kasar menjulur-julur keluar bagaikan ular mencari mangsa, mendekati celah sempit yang tersembunyi. Setelah di temukan maka lidah itu menjilati tepi bibir pelindung vagina Vonny, membasahinya dan akhirnya berusaha menyelinap masuk ke bagian lebih dalam. Sambil melakukan kegiatannya itu Reza telah berhasil menaikkan kedua paha Vonny dan ditekuknya dibagian lutut serta diletakkannya di pundak kiri kanannya. Kini terpampanglah bukit kemaluan Vonny didepan wajahnya, sementara mangsanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri ke kanan sambil menggigit bibir bawahnya.

“Hmmmmh, memeknya wangi amat bu, bukan wangi sabun tapi harum wanita yang pengen digituin”, celoteh Reza bagaikan perayu ahli dalam film bokep, menyebabkan pipi Vonny semakin memerah.

Menduga bahwa Vonny sudah ikut terbangun gairahnya dan tak akan melawan maka Reza tanpa ragu menjulurkan lidahnya menyelinap masuk ketengah liang surgawi yang telah dicium sebelumnya. Lidah yang kasap itu mengusap menjilat dinding vagina Vonny semakin lama semakin dalam, menerobos ke atas ke bawah, selintas menyentuh lubang saluran air kemih yang kecil namun cukup peka. Akibatnya Vonny menggelinjang kegelian – hal mana tak pernah dialami sebelumnya dengan Ridwan suaminya sendiri, dan tak diduganya bahwa office boy suaminya yang kini tanpa rasa jijik melakukan hal ini.


Reza semakin meningkatkan usahanya untuk memanjakan istri boss-nya, setelah liang kecil itu maka berikutnya lidahnya merantau keatas diantara lipatan bibir kemaluan Vonny untuk mencari sebutir daging kecil yang tersembunyi. Setelah ditemukannya maka dengan lahap namun hati-hati disentuhnya daging merah itu dengan ujung lidahnya, disapu, diusapinya, dijilatnya, di-emut-emut dengan bibirnya sendiri, kemudian dijepitnya mesra di antara giginya, kemudian dijilatinya kembali. Ibarat terkena aliran listrik Vonny meronta menggeliat-geliat menahan rasa geli tak terkira sambil memekik manja. Situs Slot Online Terbaik

“Ooooh, udaaah bang, geliiiii, auuuuw, geliiii bang , saya ngga tahaan lagi, aaaaah , saya mau pipiiiis”, Vonny mendesah dan mendengus sambil memekik ketika dirasakannya cairan lendir keluar mengalir membasahi vaginanya, menandakan bahwa ia telah mencapai orgasmus dan liang kenikmatannya kini siap menerima batang kemaluan sang pejantan yang sedang menjarahnya.

Reza juga merasakan bahwa bibirnya yang melekat di dinding vagina Vonny semakin basah lengket-lengket terulasi oleh air mazi pelumas wanita, dan kini tibalah saatnya untuk memasuki lubang sengama Vonny. Dengan penuh kepuasan Reza menatap wajah Vonny yang agak mengkilat karena keringat, penisnya yang telah menegang itu dipegangnya dengan tangan kiri kemudian diarahkannya ke liang surgawi, dan…… perlahan namun pasti, milimeter demi milimeter batang rudal itu memasuki tubuh Vonny..

“Ooooooh, aaaauh, aaaaah, pelaaan pelaaaan ya bang, aaaahh, ssssh, oooooh bang Rezaaaaa”, Vonny mendesah dan mengeluh ketika dirasakannya kemaluan office boy itu menusuk dan menggali semakin dalam sehingga akhirnya amblas semua, bulu kemaluannya telah bersatu dengan bulu kemaluan Reza.

“Hhhmmmhhh, ooooh nikmaaaatnya, ibu masih peret gini, latihan kegel tiap hari ya bu ?”, tanya Reza sambil mulai dengan gerakan pinggulnya maju mundur yang disambut oleh Vonny dengan putaran pinggulnya, membuat Reza semakin bergairah menumbuk-numbuk rahim istri boss-nya.

Kedua insan berlainan jenis itu telah mandi keringat, sangat mengasyikkan melihat kontras-nya warna kulit merek, Vonny dengan kulit yang halus kuning langsat sedang ditindih digeluti oleh pria berkulit kasar dengan warna coklat tua kehitaman. Namun pada saat ini tak ada perbedaan atau pemisahan antara keduanya, yang ada hanyalah gairah nafsu birahi menguasai keduanya, desahan, dengusan, rengekan, rintihan dan geraman keduanya silih berganti. Semakin lama terlihat keduanya melupakan segalanya, gerakan maju mundur pinggul Reza semakin cepat walaupun pinggangnya telah dijepit paha Vonny. Kedua tangan Vonny telah memeluk tubuh Reza seolah tak ingin melepaskannya, rasa panas dan gatal menguasai vaginanya ketika terus menerus digesek dengan cepat , akhirnya……………

“Oooohh, ibuuu , aaaah, nyonya bahenooool, abang mau banjir nih”, dengusan Reza di telinga Vonny.

“Iyyaaaaahhh, ooooooohh, sssssshhhhh, teruuuuuuusss, iyaaaaaa, masukiiiiiiin teruuuuus, iyyyyaaaa”, bagai histeris Vonny mencakar lengan Reza dan menggigit bahunya ketika mereka bersama mencapai klimaks dan office boy itu menyemburkan lahar panasnya berulang ulang kedalam rahim Vonny.


Sepuluh menit kemudian keduanya bergegas ke kamar mandi untuk mengeringkan keringat dari tubuh mereka, Vonny kembali merapihkan baju tank-top-nya, sedangkan Reza memakai lagi seragam kantornya. Satu jam kemudian mereka makan bersama hidangan yang di beli oleh Ridwan, ketiganya ngobrol dengan santai dan tanpa ada rasa risih, seolah-olah tak ada yang terjadi sama sekali. Vonny juga merasakan sangat puas dengan petualangannya itu, meskipun dalam hati kecilnya muncul keraguan apakah lebih baik berterus terang kepada suaminya mengenai kenikmatan terlarang yang dialaminya. Namun disudut lain di hatinya pun bertanya-tanya apakah ia akan tahan godaan untuk menolak keinginan Reza seandainya ia kembali datang secara tak terduga ketika suaminya Ridwan sedang keluar. Pepatah mengatakan bahwa sesuatu yang terlarang justru mempunyai daya tarik untuk dilakukan. Yang tidak diduga oleh Vonny bahwa suaminya Ridwan – setelah mendengar sendiri dari Reza bagaimana mula-mula perlawanan Vonny berubah menjadi sambutan gairah – bahkan merencanakan swinger berikutnya: tak hanya dengan seorang, namun dua office boys sekaligus! Kalau selingkuh hanya dengan satu lelaki memang dapat dianggap bahwa seorang istri yang kesepian mencari pengganti sejenak, artinya satu tubuh digantikan dengan satu tubuh. Tapi satu tubuh seorang suami kan tak mungkin bisa digantikan dengan dua tubuh lelaki – apakah reaksi Vonny, setuju dan akan menyerah dikuasai dua lelaki ataukah ia akan memutuskan bercerai meninggalkan Ridwan ???.


Bagaimana kelanjutannya kisah ini …………. ?

Cerita Sex Office Boy Yang Beruntung 1

Crot Nada4D - Cerita Sex Balas Dendam, Cerita ini bermula dari sebuah obrolan di sebuah warung kopi sederhana di pinggir jalan.

”Jo gimana kabarmu ??? Setelah dipecat oleh si nyonya, kamu jadi jarang nongol disini sih jadi kangen aku.” ucap seorang lelaki setengah baya berpakaian satpam sambil tangannya mengambil sepotong pisang goreng yang tersaji dihadapannya.

”Ah biasalah Bang lagi sibuk, ada protek kecil-kecilan.” jawab seorang laelaki berumur 40 tahunan sambil menyeruput secangkir kopi panas pesanannya.

”Wah udah sukses lo Jo, pake ngerjain proyek segala.” kata sang satpam, dari papan nama yang dipakainya tertulis ”Bambang”. Orangnya gemuk, tingginya 169cm, berkulit coklat agak kehitaman, berkumis tebal dan kepalanya botak tengahnya.

Cerita Sex Balas Dendam

”Sukses apaan bang ??? Proyek gue cuma copet sana copet sini doank hehehehehe.” ujar sang lawan bicara sambil tertawa memperlihatkan giginya yang letaknya amburadul sama seperti yang punya.

”Owalah Jo Jo, daridulu gak pernah berubah lo.” kata Bambang sambil tersenyum kecut mendengar penuturan Paijo sahabatnya itu. Paijo memang dari dulu terkenal sebagai preman kampung kerjanya kalau tidak malak ya maling, maka dari itu Paijo diajak Bambang ikut ke kota untuk merubah peringai buruknya itu tapi apa mau dikata sifat orang sulit dirubah.

”Eh Bang kamu masih kerja di rumah itu yah ???” tanya Paijo sambil ikut-ikut Bambang mencomot pisang goreng.

”Masih, emang kenapa ?” tanya Bambang.

”Gak apa-apa, cuma nanya aja.” jawab singkat Paijo sambil memandang kosong ke arah gelas kopi yang ada dihadapannya. Pikirannya melayang saat dia pertama kali diajak Bambang ke kota untuk ikut bekerja di rumah majikan Bambang.


#################### ############

6 Bulan yang lalu….

Di sebuah terminal bus ibukota kisah pengembaraan Paijo dimulai.


”Aduh panas amat sih ibukota, tau gini gwe gak mau deh disuruh si Bambang kesini.” gerutu seorang lelaki berumur 40an, berbadan kurus, tinggi 170cm, berkulit coklat dekil, dia tak lain adalah Paijo. Begitu turun dari sebuah bus dia langsung menuju warung kopi setempat untuk melepas lelahnya.

”Halo.. Bang lo dimana ??? Katanya jemput gwe di terminal ???” kata Paijo sambil menyeruput kopi pesanannya.

”Sabar Jo ni lagi di jalan, udah kamu tunggu aja deh, eh udah dulu yah dah ijo nih lampunya.” jawab Bambang sambil terdengar suara telpon ditutup. Situs Slot Online Terbaik

”Ah kampret si Bambang.” gerutu Paijo sambil meletakkan hpnya. Tak lama berselang datang Bambang menjemput Paijo untuk diperkenalkan pada majikannya.

Di tengah padatnya lalu lintas ibukota. Bambang mengendarai sepeda motor tuanya dengan lihai, dia menyalip semua mobil yang ada di hadapannya seolah-olah dia adalah seorang pembalap berpengalaman.

”Wooi Bang jangan cepat-cepat, gwe takut nih.” teriak Paijo sambil memeluk erat sahabatnya itu.

”Udah santai aja Jo, aku sudah mahir kalau urusan salip menyalip hahahaha.” jawab Bambang sambil menambah kecepatan motornya. Sampai mereka berhenti di sebuah perempatan yang cukup ramai dan lampu lalu lintas menunjukkan warna merah, Bambang berhenti sebentar sambil membuka kaca helmnya.

Dia melihat kekiri ada 2 orang gadis bersepeda motor yang menatapnya dengan aneh sambil tertawa-tawa kecil, dikanannya dia melihat sepasang abg yang juga melihatnya dengan tatapan aneh.

”Ni orang-orang ngapain pada lihatin gwe ???” batin Bambang sambil mengaca pada spion motornya takut ada kotoran yang menempel dimukanya sehingga jadi perhatian orang-orang. Tak seberapa lama melintas seorang pengamen bencong membawa bass betotnya dia melihat Bambang sebentar dan mulai menghampirinya.

”Aduh Bang ini masih siang-siang di tempat umum pula, kalau udah nggak tahan ayo ikut eike jangan disini donk.” kata si Bencong dengan suara cempreng dan kemayunya.

”Heh ngomong apaan lo ??? Hush pergi sana gwe gak punya receh !!”. Kata Bambang merasa jengah dipelototi oleh semua orang di lampu merah itu.

”Lha itu temannya megang apaan coba ??? Masa dak sadar sih bang ??”. Jawab si Bencong sambil jarinya menunjuk ke arah perut Bambang


Saat Bambang melihatke arah perutnya dia terkejut karena tangan Paijo tepat mendarat di selangkangannya pantas semua orang melihatnya dengan aneh.

”Hei Jo, lo pegang apaan dasar kampret ?? Bangun woi !”.Bambang teriak sambil menggoyangkan tubuh tambunnya, Paijo yang sedang menutup matanya sambil memegang erat pangkal paha Bambang.

”Eh kuyuk, ngapain pake teriak-teriak segala ? ” Balas Paijo yang kaget diteriaki.

”Eh kampret lihat noh, lo pegang apaan hah ? ” Kata Bambang.

”Lha emang apaan nih ? ” Jawab Paijo sambil meremas-remas burung Bambang yang sedang tertidur didalam celananya tersebut.

”Woi asem, malah diremas.” ucap Bambang kesal.

”Wei lhadalah ternyata ini burungmu toh Bang tak kira, kamu bawa botol minuman disakumu hehehehe.” Kekeh Paijo sambil menjauhkan tangannya dari pangkal paha sahabatnya itu.

“Aduh emang gede yah Bang ? Aduh eike jadi pengen lihat hihihihi.” celoteh si Bencong yang sedari tadi melihat pertengkaran 2 sahabat ini.

”Heh wanita jadi-jadian minggat sono !! Kalo dak gwe tabrak juga nih.” Ancam Bambang sambil menarik-narik tuas gas motornya.

”Ih takut, tapi sun dulu donk, Muuuaaachh.” kata sang Bencong sambil mengambil keesempatan dalam kesempitan mencium pipi si Bambang, terus berlari meninggalkan 2 sekawan itu yang masih dipandangi oleh orang-orang di perempatan.

”Ah sialan masa gwe dicium bencong, kalau yang nyium si nyonya mah gwe mau-mau aja.” ujar Bambang sambil memutar tuas gas motornya karena lampu sudah hijau.

”Emang majikan lo cakep Bang ?” tanya Paijo penasaran.

”Beuh bukan cakep lagi Jo tapi cakep binti bahenol bin mulus, secara artis gitu lho.” terang Bambang bangga.

”Wah siapa Bang ? Beritahu dong.” rengek Paijo penasaran.

”Udah ntar juga lo lihat sendiri.” kata Bambang sambil menambah kecepatan motornya sampai mereka memasuki sebuah kawasan elite hal ini nampak dari rumah-rumah yang ada di kanan-kiri jalan yang terlihat besar dan mewah, mereka berjalan menyusuri jalan di perumahan elite tersebut sampai tiba di sebuah rumah besar berlantai 3 berwarna kuning gading dengan pagar yang tinggi menjulang, di depannya tampak 3 mobil mewah yang terparkir di depan garasi.


Iklan Sponsor :


”Nah ini Jo tempat kerja gwe, gimana bagus kan ?” kata Bambang bangga sambil membuka pagar besi berwarna kuning.

”Wah gede yah Bang, eh mana nih majikan lo ?.” tanya Paijo yang masih penasaran dengan sang majikan.

”Eh Pak Bambang udah balik, sini pak !” seru seorang perempuan di depan pintu rumah.

”Nah ayo Jo ! gwe kenalin ma majikan gwe.” kata Bambang sambil menggandeng Paijo menaiki tangga kecil menuju tempat sang nyonya berada.

”Oh ini toh teman kamu yang mau kerja disini Bang ?” tanya sang nyonya sambil memperhatikan Paijo dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sedangkan Paijo hanya melongo melihat sosok wanita tinggi, putih, berhidung mancung dan berbadan seksi itu.

”Kenalin nya, ini namanya Paijo temen saya yang pengen nglamar jadi tukang kebun disini.” kata Bambang sambil menunjuk Paijo.

”Owh namanya Paijo, kenal saya kan ?” tanya sang nyonya yang langsung membuyarkan segala lamunan jorok Paijo.

”Eh….eh….hhhmmm nyonya Deswita Maharani kan ? Artis yang biasa masuk di tv ntu ?” tanya Paijo lugu.

”Iya Jo, wah ternyata kamu tahu juga yah hahahaha.” Deswita tertawa melihat Paijo yang gugup.

”Ya udah sekarang kamu ikut Bambang yah, biar dia yang kasih tahu tugas-tugas kamu sama tempat kamu tidur.” kata Deswita sambil berbalik menuju ke dalam rumah.

Paijo diajak Bambang ke kamar belakang yang dipisah dari rumah utama oleh gang sempit, cerpensex.com Bambang menjelaskan tugas Paijo sebagai tukang kebun. Di sana hanya ada Bambang dan Paijo saja sebenarnya ada seorang pembantu perempuan tapi dia hanya bertugas sampai sore saja setelah itu dia pulang ke rumahnya di kampung dekat komplek perumahan elite tersebut. Paijo sebenarnya mulai betah kerja di sana, apalagi Deswita sangat baik dan ramah padanya tak jarang bila tak ada kesibukan Deswita selalu menemani Paijo ngobrol saat Paijo bekerja merawat kebun. Tapi hal yang sebaliknya dirasakan oleh Paijo dari Ferry Maryadi suami Deswita yang selalu berlaku kejam padanya, apabila ada sedikit saja kesalahan maka tak jarang pula Ferry memarahi Paijo dengan kata-kata kasar. Sebenarnya hal itu diketahui oleh Deswita tapi apa mau dikata sifat keras Ferry Maryadi membuat Deswita tak berani menentang, dia hanya memberitahu Paijo agar memaklumi sifat suaminya itu dikarenakan Ferry sangat cemburu melihat kedekatan Deswita dan Paijo. Sampai pada suatu saat……….


Cerpen Sex Balas Dendam


”Mama…..ma sini Cepaaat !” teriak Ferry dengan lantang tak lama kemudian datang

Deswita yang masih memakai daster motif bunga-bunga sebab hari ini tidak ada jadwal syuting sehingga Deswita ingin memasak untuk suaminya.

”Ada apaan sih Pa ?” tanya Deswita.

”Mama tahu Hpku dimana ?” tanya Ferry kesal.

”Yah mana mama tahu, kan yang naruh Papa sendiri.” jawab Deswita pendek.

”Iya Papa tahu tadi Papa taruh di atas meja rias di kamar, sekarang kok dak ada ?” jelas Ferry sambil masih sibuk mencari-cari sesuatu di laci-laci meja rias.

”Jangan-jangan ada maling masuk ke rumah ma.” kata Ferry sambil menatap Deswita dengan curiga.

”Emang siapa malingnya? Kan di rumah cuma ada papa sama mama, si mbok juga paling pagi ampe siang doang itu juga di dapur jarang ke ruang depan.” kata Deswita menjelaskan.

”Ehhmm siapa tuh tukang kebun kita yang baru ?” tanya Ferry.

”Si Paijo ? Ah Papa ngaco, lha wong dia itu dak pernah masuk rumah kok, paling-paling juga ke dapur makan doang.” jawab Deswita.

”BAMBANG….BAMBANG…..BAMBANG !!!!” teriak Ferry memanggil Bambang.

”Ya pak, ada apa yah ?” jawab Bambang terengah-engah.

”Panggil si Paijo kemari !” perintah Ferry.

”Siap pak !” jawab Bambang sigap sambil berlalu.

5 menit kemudian……

”Ada apa yah pak ?” Kata Paijo yang datang di ruang depan yang disana sudah ada Ferry Maryadi dan Deswita Maharani yang menunggu diatas sofa.

”Paijo tadi kamu masuk ke rumah kan?” tanya Ferry penuh selidik.

”I….iya pak tadi siang saya masuk buat ambil makan di dapur.” aku Paijo.

”Benar kamu cuma ambil makan di dapur ?” kata Ferry dengan nada selidik.

”i….iy…..iya pak.” jawab Paijo yang semakin bingung dengan pertanyaan-pertanyaan majikannya tersebut.

”Apa kamu tidak masuk ke kamar saya terus mengambil HP saya.” tanya Ferry.

”Tidak kok pak, saya mana berani ngambil HP bapak.” elak Paijo, sebenarnya Paijo sudah mau insaf dari segala perbuatan buruknya sejak bekerja di rumah disana, itu semua berkat kebaikan dan keramahan Deswita.


”Alah mana ada maling yang ngaku.” kata Ferry sinis. Mendengar perkataan sang majikan semakin membuat Paijo bingung, salah apa sehingga dia difitnah dengan kejam seperti ini.

”Udah ayo kita ke kamar kamu Jo, saya mau periksa.” kata Ferry yang langsung berdiri dan menuju kamar Paijo di belakang yang langsung diikuti oleh Paijo, Bambang dan Deswita. Disana Ferry menggeledah kamar Paijo, tanpa disadari mereka Ferry mengeluarkan HP dari saku bajunya.

”Nah ini apa ? Paijo coba kamu jelaskan kenapa Hp saya ada di kamar kamu !” bentak ferry sambil menunjukkan HPnya pada Paijo.


”Ah…anu…itu…Tadi dak ada disitu kok tuan.” kata Paijo yang kelihatan gugup, karena memang bukan dia yang mengambil Hp tuannya itu.

”Tapi gak mungkin Pa kalau Paijo yang nyuri HP papa.” Deswita coba membela Paijo. Hal itu malah menambah kecemburuan Ferry pada tukang kebunnya tersebut.

”Udah kamu jangan belain maling satu ini, Bambang sekarang kamu cepat usir dia dari rumah ini sekarang juga !” perintah Ferry pada Bambang.

”I….iiyy….iiyaa Pak.” jawab Bambang terbata-bata karena tidak tega mengusir sahabat baiknya tapi ini adalah perintah dari majikannya sehingga dia harus memendam segala rasa persahabatan miliknya.

”Ayo Jo kita keluar !” ajak Bambang dengan halus, merasa sudah dijebak Paijo mengerti dan menurut saat diajak Bambang keluar dari rumah itu.

”Baik pak kalau bapak memang mau saya pergi maka saya akan pergi tapi ijinkan saya membereskan barang-barang saya.” Paijo meminta ijin.

”Ya sudah, sana cepat kemasi semua barang-barangmu sebelum aku panggil polisi.” perintah Ferry dengan sombong, sesudah semua barang-barangnya dikemas Paijo pergi dari rumah itu diantar oleh Bambang.


################################################## ############


*Kembali ke masa kini*


”Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku..uu…u…u.” suara cempreng seorang pengamen membuyarkan lamunan Paijo.

”Ah siapa sih nih ? Suaranya jelek amat.” ujar Bambang kesal karena acara minum kopinya diganggu oleh suara yang tidak enak untuk didengar itu.

”Idiiiih si Abang, jangan gitu napa ? Gini-gini kan eike juara nyanyi bang.” jawab sang pengamen yang ternyata adalah bencong yang ketemu di perempatan saat Paijo datang pertama kali di ibukota.

”Lha dalah kamu lagi….kamu lagi, kenapa nasibku sial mulu yah ? Bukannya dikejar cewek eh ini malah dikejar bencong mana bencongnya bentuknya abstrak kayak gini pula.” ujar Bambang yang kesal saat menengok ke arah bencong pengamen tadi yang berada di depan warung dengan dandanan ”full colour” tak lupa dengan kecrekan dari bekas tutup botol.

” idih si Abang gayanya aja gitu tapi aslinya senengkan ketemu ama Jamela lagi, hayo ngaku hanyo.” jawab sang bencong dengan PD, nama aslinya Jamil tapi kalau sedang jadi bencong jadi Jameela.

”Idih najis tralala eike seneng ketemu kmyuuu, eh napa gwe ngomong bences ? Gara-gara lo sih, udah sana pergi !” kata Bambang, melihat sang bencong timbul sebuah ide di kepala Paijo.

”Bang gwe punya ide nih, tapi lo kudu bantu gwe yah.” kata Paijo.

”Ide apaan emangnya ?” tanya Bambang keheranan, Paijo pun membisiki Bambang.

”Ah gila lo, ntar kalo dianya lapor polisi gimana ?” kata Bambang yang terlihat terkejut setelah dibisiki Paijo.

”Udah lo santai aja dak bakalan deh dia lapor.” rayu Paijo.

”Hhmmmm…oke deh tapi lo yang bicara ama tuh bencong gwe malas.” imbuh Bambang.

”Ok ok, eh mana tuh bencong ?” Paijo clingak clinguk mencari bencong tadi. Sampai dia melihat sang bencong tengah melihat TV yang kebetulan di dalamnya ada acara komedi yang diperankan oleh Ferry Maryadi mantan juragan Paijo.

”Wah mas…eh…mbak seneng sama tuh artis yah ?” tanya Paijo.

”Huuh mas eike naksir berat ama tuh artis mana ganteng, badannya kekar, uuhhh pokoknya gak nahan deh.” cerocos Jamil.

”Mbak mau ketemu tuh artis gak ?” tanya Paijo.

”Eh emang bisa mas ?” Jamil langsung bertanya penasaran.

”Bisa, asal…..” Paijo membisiki Jamil yang ditanggapi cekikikan oleh sang bencong.

”Ok deh mas, itu mah bisa diatur hehehehehe.” jawab Jamil sambil tertawa licik.Cerpen Sex


**************************************

Seminggu kemudian……………….


Cerpen Sex Balas Dendam


”Maaf bu ini ada paket buat ibu.” kata Bambang sambil menyerahkan sebuah bungkusan berwarna coklat pada Deswita.

”Owh iya, makasih yah pak Bambang.” balas Deswita dengan senyuman.

”Permisi bu, saya mau kembali ke pos.” Bambang pamit pada Deswita, yang dijawab dengan anggukan oleh Deswita karena Deswita tampak sibuk mengamati paket yang diterimanya tadi.

”Kok dak ada alamat pengirimnya yah ? Ah mungkin dari penggemar.” cerpensex.com batin Deswita sambil membolak-balik paket tadi, saat dibuka yang ada hanya sebuah kaset dvd dengan sebuah pesan diatas sebuah kertas yang ditaruh didalam wadah kaset dvd tersebut.

”Tolong diputar sekarang juga !” tulis pesan itu. Karena penasaran Deswita pun lantas memutarnya dan dia sangat terkejut karena gambar yang muncul di layar televisi adalah gambar sang suami Ferry Maryadi sedang dihisap kontalnya oleh seorang laki-laki mirip perempuan.

”Ya ampuuun papa ?” kata Deswita lirih sambil menutup mulutnya tak percaya dengan kelakuan suaminya itu, Ferry yang selama ini dikira hanya berakting jadi bencong ternyata benar-benar mengalami orientasi seks yang menyimpang.

”Kring….kring….kring.” suara telpon rumah Deswita berdering.

”Halo…” jawab Deswita.

”Halo bu, gimana kiriman saya sudah datang ?” jawab seseorang diseberang telpon.

”Jadi kamu yang kirim video ini, apa mau kamu hah bajingan ? Uang ?” tanya Deswita kesal.

”Saya tidak minta uang saya minta tubuh kamu sayang hahaha.” jawab sang penelpon misterius.

”bajingan jangan macam-macam yah, saya lapor polisi baru kamu tahu rasa.” ancam Deswita.

”Owh silahkan tapi jangan salahkan saya bila video suamimu beredar di internet.” ancam balik sang penelpon.

”Jangan, saya mohon jangan. Baik saya akan menuruti semua kemauanmu tapi jangan kamu sebarkan video itu.” jawab Deswita sadar akan akibat yang akan terjadi jika video itu tersebar.

”Bagus sekali sayang, sekarang buka pintu rumahmu. Gwe ada di depan pintu rumahmu.” perintah sang penelpon misterius. Saat pintu dibuka Deswita terkejut karena di depannya sudah berdiri seorang laki-laki yang dikenalnya.

”Paijo…??” Deswita terkejut setengah mati.

”Apa kabar bu ? Hehehehehe gimana ? Terkejut ?” jawab Paijo santai.

”Kamu…bagaimana bisa ?” tanya Deswita.

”Jangan kaget gitu bu, sebenarnya saya sudah tahu sejak lama kalau suami ibu punya kelainan jadi saya umpan dia pake kenalan saya. Pas dia lagi ”main” diam-diam saya rekam.” jawab Paijo menjelaskan.

”Kamu…Bajingan, Bambang…Bambang !!” teriak Deswita memanggil Bambang.


”Ada apa bu ?” jawab Bambang yang datang.

”Usir orang ini sekarang juga.” perintah Deswita kesal.

”Owh dak bisa, gwe punya kesepakatan dengan Bambang, ya gak Mbang ?” jawab Paijo santai.

”Apa jadi kamu juga Mbang ?” Deswita kaget dengan pengakuan Paijo.

Sedang Bambang hanya tersenyum mesum membayangkan bahwa sebentar lagi dia akan menikmati tubuh sang majikan yang seksi dan putih bak artis bokep dari jepang apalagi buah dada Deswita yang berukuran besar.

”Sudah jangan banyak tanya, sana masuk !” hardik Paijo yang sudah tak sabar ingin segera menggeluti tubuh sang artis. Dengan kasar didorongnya Deswita masuk kedalam rumah yang langsung diikuti Bambang dari belakang dan segera mengunci pintu.

”Jangan saya mohon jangan Jo, apa salahku sampai kamu tega kayak gini ?” Deswita bertanya sambil meneteskan air mata.

”Ini bukan salah lo sayang tapi ini semua salah suami lo yang cemburuan abis, jadi kalau lo pengen ngutuk maka kutuk aja suami lo hahahahaha.” jawab Paijo sambil menjambak rambut Deswita yang tersungkur di lantai.Cerpen Sex

”Tapi Jo…Umph…mmhhhh.” sebelum Deswita selesai menyelesaikan perkataannya bibir seksinya sudah dicium dengan ganas oleh Paijo.

”Wah Jo nyosor aja lo, wah mantab Jo toketnya kenyal euuyyh.” kata Bambang sambil meremas dada Deswita yang dibungkus dengan kaos ketat warna merah itu.

”Bentar Mbang jangan disini dak enak mainnya, ayo nyonya Ferry kita masuk ke dalam kamarmu.” kata Paijo sambil menyeret Deswita menuju kamarnya.

”Akh tolong…sudah Jo.” pinta Deswita beringsut diatas ranjangnya saat melihat Paijo mulai melepas pakaiannya satu persatu.

”Akh….hiiii.” teriak lirih Deswita saat melihat kontol Paijo yang berdiameter raksasa dan panjang sekitar 15cm itu tengah mengacung keatas, sambil menutup matanya dengan tangannya diam-diam Deswita melirik penis Paijo.

”Kenapa bu ? Belum pernah lihat kontol yah ? Hahahahaha pasti lo belum pernah lihat kontol yang sebenarnya kan. Nih lihat yang benar hahahahaha.” kata Paijo sambil naik ke ranjang, mengangkangi Deswita dan menampar-namparkan penisnya yang tegang ke muka Deswita yang tertutup oleh tangannya. Merasakan hangat dari penis Paijo perlahan-lahan birahi Deswita mulai naik.

”Ayo donk dibuka, nih hisap kontol gwe. Kontol gwe enak lho rasanya kayak permen lolipop rasa susu tapi susunya susu basi hahahahahaha.” ujar Paijo sambil berusaha membuka tangan Deswita yang masih menutupi mukanya.

”Akh…..uhhmmmppp..” Deswita kaget saat merasa ada yang memelorotkan rok panjang yang dikenakannya, sehingga dia melepaskan tangannya. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Paijo yang langsung memasukkan penisnya ke mulut Deswita sehingga artis cantik itu tersedak karena tak mampu menampung batang penis Paijo yang besar.


”Wah Jo pahanya putih mulus tanpa bulu hehehehe.” kata Bambang yang ternyata juga sudah bugil, yang melucuti rok panjang Deswita ternyata adalah Bambang karena tak tahan ingin segera melihat tubuh sang artis tanpa busana.

Sepasang paha putih mulus itu langsung jadi bulan-bulanan oleh Bambang yang sudah terkena nafsu setan, dijilatinya sepasang paha itu yang mengakibatkan Deswita kegelian tapi dak dapat protes karena mulutnya tersumpal penis Paijo. Penjelajahan Bambang akhirnya sampai pada pangkal paha sang artis terlihat bagian terpenting itu tertutupi oleh celana dalam warna krem bermotif bunga, ditengahnya terlihat basah yang menandakan kalau si empunya sudah terangsang hebat.

”Wah Jo si nyonya udah basah banget Jo, wuih harum beda ama perek-perek yang biasa gwe pake.” kata Bambang sembari membenamkan wajah pas-pasannya itu ke dalam pangkal paha Deswita.

”Yeee barang artis lo samain ama perek bedanya jauh Mbang tapi persamaannya sama-sama enak kalo dimasukin kontol hahahahah.” Paijo tertawa puas mengetahui kalau Deswita sudah terangsang.

”Uhhmmm……ukkhhh….uhuk….uhuk.” Deswita tidak bisa protes karena masih tersumpal penis Paijo sampai akhirnya Paijo melepaskan penisnya dari bibir Deswita yang membuat sang artis terbatuk-batuk.

”Mbang gantian, gwe pengen jilatin memek nih artis. Gwe penasaran rasanya kayak gimana ?” ujar Paijo sambil berdiri.

”Ok Jo tapi kita bugilin dulu dong nyonya, masa cuma kita doang yang bugil.” ujar Bambang sambil mencoba membuka celana dalam Deswita.

”jangan….jangan….saya…mohon.” pinta Deswita memelas sambil tangannya memegangi celana dalam yang akan dilepas oleh Bambang.

”Plakkk….” sebuah tamparan keras melayang ke arah pipi mulus Deswita.

”Heeehh lonte jangan banyak cincong ! Apa lo udah lupa soal video suami lo ? Mau gwe sebarin biar geger seluruh negeri ?” ancam Paijo sambil menjambak rambut panjang Deswita.

”Jangan…baik-baik saya nurut.” jawab Deswita sambil mengusap-ngusap pipi kanannya yang memerah akibat tamparan Paijo.

”Bagus, nah gitu kan sama-sama enak hehehe. Mbang bugilin dia ! Gwe mau telpon dulu.” perintah Paijo pada Bambang sambil berlalu meninggalkan mereka berdua di kamar dan menuju ruang tengah.

”Halo…..he…..hem…..bagus….ok-ok ntar setengah jam lagi lo suruh telpon aja ok, bye gwe mau ”main” dulu yah.” kata Paijo sambil menutup telpon dan menuju kamar Deswita.

”Ah….ssshhhh…..mmmhhhh.” desahan Deswita langsung menyambut Paijo saat memasuki ruangan tersebut.

Terlihat Bambang tengah menindih Deswita yang sudah tanpa sehelai benang yang menutupi tubuh sintalnya dan menggenjot penisnya di dalam vagina sang artis.

”Wah Mbang main gasak aja lo, lah gwe kebagian apanya nih ? Masa gwe bengong doang lihat lo ngentot ?” kata Paijo protes.

”Sabar Jo, nih nih masih ada toketnya. Kenyal lho mana padat berisi lagi.” jawab Bambang cuek sambil tetap memompa penisnya.

”ah….hhhmmmm…..ha….ha……hekkk.” erangan Deswita terhenti seketika ketika perutnya terasa sesak saat Paijo mendudukinya dan mulai menyodorkan penisnya.


”Ayo nya nih jepit kontol gwe pake toket lo !” perintah Paijo sambil menyorongkan penisnya di depan wajah Deswita.

Mulanya Deswita tampak ragu-ragu tapi melihat tampang Paijo yang mulai kesal maka dengan terpaksa dia menuruti kemauan mantan pembantunya itu. Situs Slot Online Terbaik

”Oh….sshhhh….mantab, ternyata beneran Mbang, toketnya kenyal plus padat berisi hahaha. Mana pentilnya gede lagi, ngegemesin deh ihhhh.” kata Paijo sambil menikmati jepitan dada Deswita dan mulai memaju mundurkan kontolnya.

”Akhhhh…..jangan, sakittt……!” Deswita kesakitan saat dengan gemasa Paijo menarik pentilnya dengan keras.Cerpen Sex

”Wah Jo coba lo tarik lagi !” ujar Bambang disela-sela genjotannya.

”Mang napa Mbang ?” tanya Paijo keheranan.

”Saat lo tarik pentilnya memeknya nyonya kayak nyedot-nyedot kontol gwe.” ujar Bambang.

”Wah ternyata si nyonya senangnya disiksa yah, wah kelainan juga nih orang sama kayak suaminya hahahahaha.” kata Paijo sambil mulai menarik-narik puting sang nyonya dengan keras.

”Akhhh….jangan….aku…..dak…kuattt….AAAAK KKKHHHHH.” Deswita orgasme akibat perlakuan Paijo dan genjotan Bambang di memeknya.

”Wah Jo si nyonya ngecroot, uhhh mantaphhh anget-anget sedottt.” Bambang keenakan saat memek Deswita berkontraksi akibat orgasme hebat yang melandanya.

”Wah enak di lo dak enak di gwe Mbang.” ujar Paijo cemberut sambil melepaskan kontolnya dari jepitan dada Deswita.

”Ha……ha…..ha….ha.” Deswita terengah-engah usai mendapatkan orgasme yang hebat tadi, belum pernah dia mendapat kepuasan seks seperti tadi, diam-diam dia mulai menikmati perkosaan yang tengah dialaminya.

”Ok ok Jo, nih gwe mau minum dulu nih, haus gwe.” Bambang meninggalkan Deswita yang masih tergolek lemah dan menuju keluar kamar.

”Nah sekarang sini, giliran gwe yang nyicipin memek lo.” kata Paijo sambil menepuk-nepuk pahanya yang mengisyaratkan bahwa dia ingin Deswita berada diatasnya.

”Hmmmpph….ahhh…..ssshhhh…besss..besaarr.” kata Deswita lirih saat dia menurunkan tubuhnya pelan-pelan diatas kontol Paijo.

”Hahahaha enakan mana kontol gwe ama kontol suami lo ?” tanya Paijo saat Deswita mulai menggoyang pinggulnya.

“Sssshhhh….ahhhmm..haa…haaa.” Deswita tak menjawab karena tengah merasakan nikmat yang tiada tara.

”Heh ditanya kok diam aja ?” Paijo kesal dan langsung meremas dada Deswita dengan kasar.

”AHHHH….AKKKHHHH.” tak disangka akibat remasan Paijo, Deswita kembali mendapatkan orgasme yang dahsyat.


”Wah belum-belum udah ngecroot 2x, enak yah kontol gwe ?” Paijo bertanya sambil tetap memegang pinggul Deswita dan mulai menggoyang-goyangkannya.

”Ha….ha….hmmmmph…huuh enak banget kontol kamu.” jawab Deswita yang telungkup menutupi tubuh Paijo akibat kelelahan setelah mendapat orgasmenya yang kedua.

”Akhhhh….jangan…jangan disitu !” kata Deswita panik saat merasa ada seseorang yang berusaha memasukkan sesuatu kedalam liang duburnya.

”Tenang aja Nyah dijamin pasti bakal minta nambah.” ternyata Bambang berusaha memasukkan penisnya ke dalam lubang anus Deswita.

”AAAAKKHHHH……” Deswita teriak saat Bambang berhasil membenamkan penisnya masuk ke dalam lubang anus sang nyonya.

”Wah gila lo Mbang, tapi gak apa-apa biar tambah mantap. Ayo Mbang goyang bareng-bareng.” kata Paijo sambil mulai ikut memompa penisnya yang masih berada di lubang vagina Deswita.

”Akkkghhh….bajingan….akkkhhhh…terussshhhh.. ..terusin…..hhhhmmmpphh.” desah Deswita yang mulai tak terkontrol akibat kenikmatan yang baru pertama kali rasakan.

”Tilililit…..tilililit.” suara handphone Deswita yang ditaruh didekat ranjang berbunyi dan langsung diambil oleh Paijo, sejenak dia melihat ID sang penelpon dengan senyum misterius dia memberikan HP tadi ke Deswita.

Saat melihat ID sang penelpon mula-mula Deswita tak ingin menjawabnya tapi dipaksa oleh Paijo sehingga dia menerimanya juga.

”Halo papa….hhhmmmm….ssshhhh.” jawab Deswita.

”Halo ma, ahhhh…..ini papa mau …..kabarin….ssshhhh…kalo papa pulangnya agak telat.” kata Ferry di ujung telepon sana.

”Iya dak apa-apa Pa, Papa lagi ngapain kok kayaknya kesakitan gitu ?….ahhhssss.” tanya Deswita.

”Ini….Papa…lagi dipijat…auwwhh.” balas Ferry.

”Sama donk Pa ahssss….ini Mama juga lagi dipijat….owwwwhhsss.” jawab Deswita sambil berusaha menahan desahannya karena Paijo dengan usilnya menyedot dada Deswita dengan keras.

”Ya…udahsss…Ma…Papa tutup dulu yah.” kata Ferry yang langsung menutup telpon.


********************************

Di kamar hotel….


”Aduh yang telpon siapa sih ? Bikin aku cemburu aja.” kata seorang waria di sela-sela mengulum sebuah penis yang kecil nan pendek.

”Ada deh yang, yukz dilanjutin.” ujar sang pelanggan yang tak lain dan tak bukan adalah Ferry Maryadi.

”Iiiihhh sebel, Jameela cemburu nih jadinya.” ujar sang waria yang adalah Jamil.

”Udah pokoknya kamu tahu beres deh, yuk kita ”Main” lagi.” ujar Ferry sambil meletakkan HPnya, perlahan-lahan Jamil mendekati Ferry dan masuk ke dalam selimut hotel yang menutupi tubuh Ferry.


************************************************** **

Kamar Deswita……


”Wah Jo si nyonya pintar bohong juga yah, Nya udah berapa kali selingkuh kok pintar banget bohongnya ? Hahahahaha.” ujar Bambang yang tengah menusuk-nusukkan penisnya di lubang anus Deswita.

”Ahhhh……sssshhhh……udah….jangan….banya k….bacot….akhhhh……genjot…..yang….cepet …ba….bajingan.” ujar Deswita tersengal-sengal. Sungguh pemandangan yang ajaib seorang artis kelas nasional berkulit putih mulus tengah dihimpit oleh 2 orang lelaki kasar berkulit hitam dan sedang mengerang-ngerang merasakan 2 batang penis tengah menusuk-nusuk 2 lubang kenikmatan sang artis.

”Ahhhh….ha….ha…Jo gwe gak kuat nih pengen keluar.” Bambang tengah berusaha menahan arus sperma yang tengah berusaha keluar dari ujung penisnya.

”Ssshhh….aaakkhhh….sama Mbang, kita cepetin aja yuk biar sama-sama crooetsss, gwe penasaran si nyonya kalo ntar hamil anakanya kayak siapa yah ?” kata Paijo.

”Ah….jangan…jangan di dalam.” kata Deswita memelas mengetahui niatan Paijo yang ingin mengeluarkan spermanya di rahimnya.

”Udah jangan banyak cincong, nih terima pejuh gwe AKHHHHH….LONTE….NIH…NIH…NIH.” kata Paijo diiringi sentakan-sentakan kuat yang membuat Deswita kembali orgasme untuk yang ke-3 kalinya.

”AAAAKHHHJJ….AAAAAKKKKHHH…..HA..HA…HA…HA. ” terdengar suara desahan ke-3 orang tersebut saat mereka telah mencapai puncak kenikmatan secara bersama-sama.

Bambang segera melepas penisnya setelah copot gantian Paijo yang menggulingkan tubuh Deswita ke samping, Deswita hanya bisa terengah-engah menyesali nasibnya sekarang disela-sela lubang vagina dan lubang anusnya mengalir cairan putih menetes keluar banyak.

”Hahahaha makasih yah Nya, ingat jangan macam-macam atau gwe sebar video tadi ok. Setiap suami lo keluar maka lo harus menuruti gwe dan Bambang dan juga lo harus mencukupi semua kebutuhan gwe dan Bambang baik itu jasmani ataupun ”Rohani” ngerti ?” jelas Paijo panjang lebar sambil menjambak rambut Deswita hingga acak-acakan.

”Iya…akkkhh…..saya bakal nurut semua mau kamu.” kata Deswita sambil meringis menahan tangis.

”Hahahahah bagus, Mbang ayo kita ngopi dulu.” kata Paijo sambil memunguti bajunya dan meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Bambang,

Deswita hanya bisa tergolek tak berdaya memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan, apa yang akan terjadi jika dia benar-benar hamil akibat perbuatan 2 orang itu ? Semua soal itu membuat Deswita tak kuasa membendung airmatanya. 

Cerita Sex Balas Dendam

Subscribe Our Newsletter