Halaman

    Social Items

Crot Nada4D - Walau umur pernikahanku dengan Mas Eka sudah mencapai enam tahun, kami belum memiliki anak. Walau sebenarnya jalinan seksku dengan suamiku berjalan seperti yang dilaksanakan beberapa orang.

Sebutlah saja namaku Agnes (29 tahun). Saya beda lima tahun dengan Mas Eka. Jujur kuakui, suamiku itu orangnya ganteng dengan tubuh yang atletis. Dalam sisi materi juga, ia mencukupiku serta berlebih-lebihan.

Mobil Jaguar saja dia belikan bagiku. Tiap hari saya tetap direpotkan oleh acara-acara yang kubuat sendiri. Mulai creambath di salon, spa, atau mandi sauna. Di sebagian besar restoran eksklusif, saya tetap diterima dengan hangat sebab saya memang seringkali makan disana serta biasa memberi panduan berlebihan.

Di umur pernikahanku ini yang saat ini, suamiku tetap menyayangi serta terus memanjakanku. Demikian pula denganku. Apa saja yang ia meminta tetap kuberikan, walau pernah satu waktu saya telah tertidur kelelahan, Mas Eka dengan manja memintaku untuk bercinta. Saya tidak segan-segan untuk melayaninya.

Seperti biasa, waktu saya layani keperluan biologis suamiku, ia tetap mencumbuiku dengan penuh nafsu serta digoyangnya tubuhku dengan penuh hasrat sampai tersentak-sentak. Satu saja kekurangannya, seperti biasa Mas Eka cuma dapat menggoyangku tidak sampai sepuluh menit. Dalam tempo sepanjang itu, saya serta sering belum juga orgasme.

Sebab rasa sayangku kepadanya, saya juga hampir tetap berpura-pura sampai ke pucuk dengannya. Sayang, untuk wanita biasa makin lama saya inginkan kenikmatan serta klimaks dalam permainan cinta yang intim.

Serta kurasakan hasrat seksku lama-lama naik-turun tidak tertahan. Untuk pelampiasan, saya coba memberi kepuasan hasrat seksku degan beberapa vibrator yang kubeli di seks shop. Dengan vibrator serta ditemani keping-keping VCD porno, saya berupaya memberi kepuasan nafsu seksku.

Namun, itu semua kulakukan tanpa ada sepengetahuan suamiku. Saya cemas jika ia paham. Tentu saja dia akan terpukul bahkan bisa saja akan jadi kurang percaya diri.

Tetapi, di lain faksi, semua usaha yang kulakukan untuk memberi kepuasan sendiri nafsu seksku rupanya membuatku berasa makin edan. Hasrat seksku yang menggelora malah makin tidak terpuaskan. Serta saat saya telah meningkatkan kesibukanku, tetap gairah-gairah itu ada mengganggu.

Antara kegundahanku itu ada seorang rekan lamaku yang tawarkan usaha bangun rumah di wilayah seputar universitas di Cawang untuk jadikan tempat kost mahasiswa. Sebab kupikir saya memiliki deposito lumayan banyak, karena itu kuputuskan mengkonsultasikan hal tersebut pada Mas Eka.

Sebab cintanya padaku, Mas Eka juga memberi dukungan rencanaku itu. Sebetulnya dahulu saya pernah kuliah arsitektur walau tidak lulus sebab keburu menikah dengan Mas Eka. Karenanya, saya beranikan diri pimpin sendiri projek pembangunan rumah kost itu meskipun tentu saja masih dibantu oleh perusahaan kontraktor rekanan Mas Eka. Yang pasti, semua design rumah itu, saya sendiri yang buat sesuai seleraku.

Sesudah rumah itu berdiri, beberapa mahasiswa mulai ngekost dalam tempat itu. Di rumah itu saya menyengaja membuat satu ruangan kamar yang lumayan besar serta tidak disewakan. Pikirku, kemungkinan satu waktu dapat kugunakan untuk tempat santai bersama-sama suamiku.

Ruang itu kulengkapi dengan beberapa peralatan rumah tangga seperti mebel, tv, almari es, serta AC. Disamping itu, di dalamnya ada kamar mandi sendiri dan dapur. Ruang itu terkadang kugunakan pada awal bulan untuk istirahat sekaligus juga menarik uang kost. Ruang tersebut terletak dikelilingi oleh kamar-kamar kost yang jumlahnya semuanya 20 kamar. Ini baru step awal. Kelak saya merencanakan untuk meningkatkan banyaknya.

Di dalam rumah kostku yang besar itu, saat ini baru ditempati oleh tiga belas orang mahasiswa berumur 19-22 tahun yang umumnya datang dari seberang. Umumnya dari mereka sebetulnya masih sama-sama kenal atau saudara jauh. Biasalah, sesudah seseorang berasa pas, dia lantas mempromosikannya pada lainnya. Mereka penghuni awal rumah kostku yang baru kubuka. Beberapa dari mereka bawa computer, serta tv serta VCD player.

Waktu itu sebetulnya bukan awal bulan. Tidak umumnya memang saya hadir ke rumah kost pada saat semacam itu. Hal tersebut kusengaja. Saya cuma ingin memeriksa kondisi. Sekaligus melepas kepenatan setelah berbelanja di mal. 

Tanpa ada menyengaja, saya lihat dua, tiga, .... lima orang mahasiswa penghuni kostku sedang asik melihat VCD porno di salah satunya kamar yang terbuka pintunya. Saya mengetahui mereka secara baik : Edo, Parlin, Franki, Jo, serta Ben. Sebab pesawat televisinya menghadap ke pintu, saya dapat juga lihat tipe VCD yang sedang mereka saksikan. Gangbang... bukan main... beberapa anak muda zaman saat ini sudah semakin maju.... Dengan geli, kulihat beberapa dari mereka sekalian melihat tv, menggosoki sisi selangkangannya yang menyembul.

Saya ketawa kecil lihat tingkah mereka serta muncul keisenganku untuk mengganggu mereka. Waktu itu mereka belum sadar dengan kedatanganku, karena itu kutimbulkan sedikit kerusuhan dengan tutup keranjang sampah yang dibuat dari seng dengan cukup keras. Ya, saat ini mereka mengetahui jika saya hadir....

Lantas saya buka blazerku hingga saat ini saya kenakan tank-top warna pink yang melekat ketat di tubuhku serta tertarik beberapa ke atas hingga memperlihatkan pusar serta perutku yang rata. Saya percaya, dari jarak seputar lima mtr., mereka juga dapat lihat ke-2 putingku yang mencolok dari balik tank-top ketatku sebab saya memang tidak kenakan bra. Kebetulan, waktu itu saya juga kenakan rok super mini tanpa ada stocking, yang dipadukan dengan sepatu memiliki hak tinggi merek Gucci. Saya berasa horny sekali... ditambah lagi waktu tahu mereka terusik keasyikannya melihat serta mencuri-curi pandang kepadaku...

Kugembok pintu gerbang besar untuk masuk ke rumah kostku. Menyengaja kulakukan itu dengan suara yang cukup keras... untuk pastikan jika ke lima penghuni kostku mendengarnya. Lantas sekalian melangkah seksi, saya berjalan ke arah ruang pribadiku. Kebetulan ruang itu letak pintunya bertemu langsung dengan pintu kamar tempat ke lima mahasiswa itu sedang tonton vcd bokep.

Saya buka kunci pintu kamarku. Dalam hati saya berasa geli bersatu dengan horny. Dari pantulan jendela kamarku, saya dapat lihat jika ke lima anak muda itu saat ini sedang tidak melihat VCD , tetapi sedang memerhatikan diriku. Suka sekali rasa-rasanya dapat merayu beberapa anak muda itu..... Saya juga masuk, serta menyengaja pintu tidak kututup dengan rapat. Masih sedikit ada sela yang terbuka....

Di, saya buka tirai jendela kamarku yang lebar. Saat terbuka, saya dapat lihat ke lima mahasiswa itu menjadi cepat-cepat berpura-pura tidak mengamatiku. Saya jadi makin geli sendiri.... Dengan enjoy, kunyalakan AC serta kurebahkan tubuhku sesaat di sofa depan jendela sekalian menyalakan tv.

Tidak lama kemudian, sekalian mempersiapkan minuman dingin, saya bergerak ke kamar mandi serta menyiapkan bathtub dengan air hangat.

Nah, saat ini tibalah waktunya.... saya berasa deg-degan juga. Saya bangun, serta sekalian pura-pura berjalan kesana kesini membereskan beberapa barang, saya optimis jika ke lima mahasiswa itu masih mencuri-curi pandang mengintipku... Sesudah percaya, saya pelan-pelan mulai mencopoti pakaianku... Tank-topku... Rok miniku... serta paling akhir, CD-ku yang berenda merek Victoria's Secret...

Dalam hati saya ketawa sekaligus juga horny, sebab tahu saat ini ke lima anak muda itu tentu sedang melotot serta meredam air liurnya.... Saya sendiri merasai selangkanganku melembab.... Lantas saya melangkah ke kamar mandi. Pintu kamar mandi masih kubiarkan terbuka lebar....

Kuceburkan tubuhku ke bathtub. Kadang-kadang kubasuh badan dari mulai muka, leher, sampai ke kaki. Kunikmati sekejap kehangatan air sekalian kutenangkan pikiranku... Sesaat pikiranku melayang-layang... bagaimana kalau sekarang saya dapat mengalirkan gairahku... serta sampai pucuk kesenangan....

Sesudah usai, saya lantas memakai shower untuk bersihkan tubuhku... Posisiku waktu itu menghadap mengarah pancuran serta membelakangi pintu...

Dengan cara tidak menyengaja, saya dikagetkan oleh sesosok tangan yang memelukku dari belakang. Dia berupaya menciumiku sekalian tangannya menggerayangi serta meremasi ke-2 payudaraku.

Dengan rasa kaget, kurasakan remasan-remasan tangan itu demikian penuh nafsu. Orang itu terus mencumbuiku dengan ganas. Semaksimal mungkin, saya mengubah tubuhku...

" Ya ampun, Edo.... ! ! " jeritku. " Bagaimana kau dapat masuk kesini? ! "

Edo tidak menjawabku. Sebaliknya dia sekarang berupaya mendekap tubuhku dari depan. Rupanya dia juga telah dalam kondisi bugil. Senjatanya yang keras kurasakan menggesek-gesek beberapa bagian tubuhku...

" Edo, jangan.... ! ! " Saya berupaya melepas diri dari dekapan serta cumbuannya. Apa daya, tenagaku kalah jauh dengannya. Badan kekarnya dengan keras serta mantap mencengkeramku sampai saya ngos-ngosan... Selain itu mulutnya terus kerja mencumbui semua sisi tubuhku yang terjangkaunya....

Walau saya telah berteriak tetapi Edo tetap lakukan laganya. Saya juga tahu tidak ada orang luar yang bisa mendengarku... sebab pintu gerbang depan yang kuat telah kugembok sendiri.... Pada akhirnya saya tidak berhasil menjaga kehormatanku... Sekalian berdiri, dia lakukan penetrasi ke tubuhku serta menggoyangku habis-habisan.... Saya sempat terhenyak sebab tidak siap waktu terima penetrasinya. Penisnya rupanya benar-benar keras serta tubuhku dihunjaminya tanpa ada ampun.....

Serta kemudian Edo mengubah tubuhku serta terus menggoyangku sepanjang sesaat hingga kemudian dia ambruk sesudah sampai klimaksnya.

Lantas Edo juga ngeloyor pergi. Dengan badan masih basah oleh air sabun serta keringat dan air mani Edo, selekasnya kuraih handuk untuk keringkan tubuhku. Dengan pemikiran yang masih tetap kalut, kukenakan kimono serta keluar dari kamar mandi...

Tetapi, demikian keluar kamar mandi, saya benar-benar kaget saat Franki mendadak ada serta menubrukku. Saya baru sadar jika rekan-rekan Edo telah menanti di luar.... Didorongnya tubuhku serta disandarkannya ke dinding.

" Franki.... jangan.... " Saya cuma sempat merintih pendek sebab Franki tidak perduli serta tidak ingin juga menyiakan peluang...

Dalam kondisi berdiri, kimonoku disingkapnya lantas kembali saya disetubuhi dalam kondisi berdiri oleh Franki dengan ganas serta penuh nafsu.... Saya yang telah kelelahan tidak dapat banyak berbuat....

Tubuhku sampai terangkat-angkat serta salah satunya kakiku diangkat Franki ke atas. Sepanjang disetubuhi Franki, sepintas saya lihat seputar. Parlin, Jo serta Ben terlihat sedang melihat tindakan kami dengan pandangan nanar.... Sesaat Edo entahlah ke mana... Tirai serta pintu kamarku sudah tertutup rapat.

Pada akhirnya, Franki sampai pada puncaknya. Sesaat air maninya masih meleleh keluar dari penisnya yang penuhi vaginaku... ke-2 tangannya menerkam ke-2 pergelangan tanganku ke tembok... Selain itu mulutnya dengan ganas menciumi bibirku sampai saya kehabisan napas....

Saat dia melepasku, saya juga ambruk ke lantai sebab kelelahan.... Jo lantas menghampiriku serta memberikan satu gelas minuman dingin... Saya tidak paham apa yang dimasukkan Jo ke pada minuman itu. Yang pasti rasa-rasanya cukup aneh... serta selang beberapa saat memunculkan dampak yang aneh pada tubuhku....

Jo menolongku berdiri lantas melepas kimonoku yang berantakan. Selanjutnya dia menuntun tubuhku ke tempat tidur. Disana kembali saya jadi bulan-bulanan mereka. Jo menciumi serta mencumbuku penuh nafsu. Tanpa ada kusadari, tubuhku mulai memberi respon permainan mereka... Saat Jo mulai tidak sabar menggoyangku, saya mulai menggeliat menyeimbangi goyangan Jo yang hebat itu. Saya memulai merintih-rintih nikmat.

" Jooo.... aaah.... oooohhh.... Jooo... "

Lihat reaksiku yang tidak sama pada rekan-rekannya yang sebelumnya, tentunya membuat Jo makin semangat. Terlihat sekali dia ingin memberi yang paling baik bagiku... Saya juga benar-benar tidak memberi perlawanan pada Jo.  Saya serta memperlakukan Jo sama dengan saat saya sedang bercinta dengan suamiku...

Lihat itu, Ben jadi tidak tahan serta mulai menggempur juga... Dia memaksaku untuk mengulum penisnya... Awalnya saya ragu-ragu... Saya tidak pernah lakukan hal semacam itu.... Tetapi kelihatannya saya mulai memperoleh kemampuan entahlah darimanakah... Tanpa ada fikir panjang, kukulum penis Ben yang sangat mengeras....

Semakin lama saya merasai kesenangan. Gairah-gairahku yang sejauh ini terpendam, pada akhirnya seperti lunas terbayar. Serta saat Jo telah sampai klimaks serta giliran Ben yang menggoyangku, saya tidak menampik ....

Saat ini Ben yang menindih serta berlomba denganku seperti sepasang kekasih hingga kami berdua sampai pucuk bersama-sama ....

Paling akhir, masih ada Parlin yang perlu kulayani.... Dia juga ternyata telah tidak sabar menanti gilirannya yang paling akhir.... Seperti banteng ketaton, dia menindih serta menggoyangku... Kesempatan ini saya sampai orgasme seringkali.... Ternyata Parlin yang paling eksper antara ke empat partnernya... Dia pintar mengendalikan tempo... serta dia juga terlihat suka melihatku seringkali sampai orgasme terlebih dulu.... Sesudah lima belas menit lebih, dia juga menyiramkan spermanya ke tubuhku... Di saat yang bertepatan, saya juga sampai orgasme untuk yang ke-3 kalinya dengannya...

Sekalian penisnya masih tertancap di tubuhku, kami berangkulan erat seakan tidak ingin sama-sama melepas. Bibir kami juga sama-sama memagut serta berciuman seperti sepasang kekasih yang telah lama tidak sama-sama bertemu....

Pada akhirnya.... kami berenam juga sama-sama bergeletakan di beberapa tempat di kamarku sepanjang sesaat. Ada perasaan takut serta dosa yang kami rasakan... bersatu dengan rasa nikmat yang tanpa tara....

Sesudah insiden itu, bila saya hadir kesana, mereka sering berupaya dengan cara mendadak mengeroyokku serta menyetubuhiku bersama. Terkadang saya dapat menghindar, terkadang saya juga biarkan mereka mengerjakannya, khususnya bila situasi dalam tempat kost sedang sepi....

Saya tidak paham apa saya harus menyesal atau serta berasa bahagia sebab saat ini saya dapat merasai kenikmatan sex yang mengagumkan.... meskipun itu dengan dikeroyok oleh lima pemuda dalam tempat kostku.

Akhirnya Aku Terpuaskan Karena Pemaksaan

Crot Nada4D - Walau umur pernikahanku dengan Mas Eka sudah mencapai enam tahun, kami belum memiliki anak. Walau sebenarnya jalinan seksku dengan suamiku berjalan seperti yang dilaksanakan beberapa orang.

Sebutlah saja namaku Agnes (29 tahun). Saya beda lima tahun dengan Mas Eka. Jujur kuakui, suamiku itu orangnya ganteng dengan tubuh yang atletis. Dalam sisi materi juga, ia mencukupiku serta berlebih-lebihan.

Mobil Jaguar saja dia belikan bagiku. Tiap hari saya tetap direpotkan oleh acara-acara yang kubuat sendiri. Mulai creambath di salon, spa, atau mandi sauna. Di sebagian besar restoran eksklusif, saya tetap diterima dengan hangat sebab saya memang seringkali makan disana serta biasa memberi panduan berlebihan.

Di umur pernikahanku ini yang saat ini, suamiku tetap menyayangi serta terus memanjakanku. Demikian pula denganku. Apa saja yang ia meminta tetap kuberikan, walau pernah satu waktu saya telah tertidur kelelahan, Mas Eka dengan manja memintaku untuk bercinta. Saya tidak segan-segan untuk melayaninya.

Seperti biasa, waktu saya layani keperluan biologis suamiku, ia tetap mencumbuiku dengan penuh nafsu serta digoyangnya tubuhku dengan penuh hasrat sampai tersentak-sentak. Satu saja kekurangannya, seperti biasa Mas Eka cuma dapat menggoyangku tidak sampai sepuluh menit. Dalam tempo sepanjang itu, saya serta sering belum juga orgasme.

Sebab rasa sayangku kepadanya, saya juga hampir tetap berpura-pura sampai ke pucuk dengannya. Sayang, untuk wanita biasa makin lama saya inginkan kenikmatan serta klimaks dalam permainan cinta yang intim.

Serta kurasakan hasrat seksku lama-lama naik-turun tidak tertahan. Untuk pelampiasan, saya coba memberi kepuasan hasrat seksku degan beberapa vibrator yang kubeli di seks shop. Dengan vibrator serta ditemani keping-keping VCD porno, saya berupaya memberi kepuasan nafsu seksku.

Namun, itu semua kulakukan tanpa ada sepengetahuan suamiku. Saya cemas jika ia paham. Tentu saja dia akan terpukul bahkan bisa saja akan jadi kurang percaya diri.

Tetapi, di lain faksi, semua usaha yang kulakukan untuk memberi kepuasan sendiri nafsu seksku rupanya membuatku berasa makin edan. Hasrat seksku yang menggelora malah makin tidak terpuaskan. Serta saat saya telah meningkatkan kesibukanku, tetap gairah-gairah itu ada mengganggu.

Antara kegundahanku itu ada seorang rekan lamaku yang tawarkan usaha bangun rumah di wilayah seputar universitas di Cawang untuk jadikan tempat kost mahasiswa. Sebab kupikir saya memiliki deposito lumayan banyak, karena itu kuputuskan mengkonsultasikan hal tersebut pada Mas Eka.

Sebab cintanya padaku, Mas Eka juga memberi dukungan rencanaku itu. Sebetulnya dahulu saya pernah kuliah arsitektur walau tidak lulus sebab keburu menikah dengan Mas Eka. Karenanya, saya beranikan diri pimpin sendiri projek pembangunan rumah kost itu meskipun tentu saja masih dibantu oleh perusahaan kontraktor rekanan Mas Eka. Yang pasti, semua design rumah itu, saya sendiri yang buat sesuai seleraku.

Sesudah rumah itu berdiri, beberapa mahasiswa mulai ngekost dalam tempat itu. Di rumah itu saya menyengaja membuat satu ruangan kamar yang lumayan besar serta tidak disewakan. Pikirku, kemungkinan satu waktu dapat kugunakan untuk tempat santai bersama-sama suamiku.

Ruang itu kulengkapi dengan beberapa peralatan rumah tangga seperti mebel, tv, almari es, serta AC. Disamping itu, di dalamnya ada kamar mandi sendiri dan dapur. Ruang itu terkadang kugunakan pada awal bulan untuk istirahat sekaligus juga menarik uang kost. Ruang tersebut terletak dikelilingi oleh kamar-kamar kost yang jumlahnya semuanya 20 kamar. Ini baru step awal. Kelak saya merencanakan untuk meningkatkan banyaknya.

Di dalam rumah kostku yang besar itu, saat ini baru ditempati oleh tiga belas orang mahasiswa berumur 19-22 tahun yang umumnya datang dari seberang. Umumnya dari mereka sebetulnya masih sama-sama kenal atau saudara jauh. Biasalah, sesudah seseorang berasa pas, dia lantas mempromosikannya pada lainnya. Mereka penghuni awal rumah kostku yang baru kubuka. Beberapa dari mereka bawa computer, serta tv serta VCD player.

Waktu itu sebetulnya bukan awal bulan. Tidak umumnya memang saya hadir ke rumah kost pada saat semacam itu. Hal tersebut kusengaja. Saya cuma ingin memeriksa kondisi. Sekaligus melepas kepenatan setelah berbelanja di mal. 

Tanpa ada menyengaja, saya lihat dua, tiga, .... lima orang mahasiswa penghuni kostku sedang asik melihat VCD porno di salah satunya kamar yang terbuka pintunya. Saya mengetahui mereka secara baik : Edo, Parlin, Franki, Jo, serta Ben. Sebab pesawat televisinya menghadap ke pintu, saya dapat juga lihat tipe VCD yang sedang mereka saksikan. Gangbang... bukan main... beberapa anak muda zaman saat ini sudah semakin maju.... Dengan geli, kulihat beberapa dari mereka sekalian melihat tv, menggosoki sisi selangkangannya yang menyembul.

Saya ketawa kecil lihat tingkah mereka serta muncul keisenganku untuk mengganggu mereka. Waktu itu mereka belum sadar dengan kedatanganku, karena itu kutimbulkan sedikit kerusuhan dengan tutup keranjang sampah yang dibuat dari seng dengan cukup keras. Ya, saat ini mereka mengetahui jika saya hadir....

Lantas saya buka blazerku hingga saat ini saya kenakan tank-top warna pink yang melekat ketat di tubuhku serta tertarik beberapa ke atas hingga memperlihatkan pusar serta perutku yang rata. Saya percaya, dari jarak seputar lima mtr., mereka juga dapat lihat ke-2 putingku yang mencolok dari balik tank-top ketatku sebab saya memang tidak kenakan bra. Kebetulan, waktu itu saya juga kenakan rok super mini tanpa ada stocking, yang dipadukan dengan sepatu memiliki hak tinggi merek Gucci. Saya berasa horny sekali... ditambah lagi waktu tahu mereka terusik keasyikannya melihat serta mencuri-curi pandang kepadaku...

Kugembok pintu gerbang besar untuk masuk ke rumah kostku. Menyengaja kulakukan itu dengan suara yang cukup keras... untuk pastikan jika ke lima penghuni kostku mendengarnya. Lantas sekalian melangkah seksi, saya berjalan ke arah ruang pribadiku. Kebetulan ruang itu letak pintunya bertemu langsung dengan pintu kamar tempat ke lima mahasiswa itu sedang tonton vcd bokep.

Saya buka kunci pintu kamarku. Dalam hati saya berasa geli bersatu dengan horny. Dari pantulan jendela kamarku, saya dapat lihat jika ke lima anak muda itu saat ini sedang tidak melihat VCD , tetapi sedang memerhatikan diriku. Suka sekali rasa-rasanya dapat merayu beberapa anak muda itu..... Saya juga masuk, serta menyengaja pintu tidak kututup dengan rapat. Masih sedikit ada sela yang terbuka....

Di, saya buka tirai jendela kamarku yang lebar. Saat terbuka, saya dapat lihat ke lima mahasiswa itu menjadi cepat-cepat berpura-pura tidak mengamatiku. Saya jadi makin geli sendiri.... Dengan enjoy, kunyalakan AC serta kurebahkan tubuhku sesaat di sofa depan jendela sekalian menyalakan tv.

Tidak lama kemudian, sekalian mempersiapkan minuman dingin, saya bergerak ke kamar mandi serta menyiapkan bathtub dengan air hangat.

Nah, saat ini tibalah waktunya.... saya berasa deg-degan juga. Saya bangun, serta sekalian pura-pura berjalan kesana kesini membereskan beberapa barang, saya optimis jika ke lima mahasiswa itu masih mencuri-curi pandang mengintipku... Sesudah percaya, saya pelan-pelan mulai mencopoti pakaianku... Tank-topku... Rok miniku... serta paling akhir, CD-ku yang berenda merek Victoria's Secret...

Dalam hati saya ketawa sekaligus juga horny, sebab tahu saat ini ke lima anak muda itu tentu sedang melotot serta meredam air liurnya.... Saya sendiri merasai selangkanganku melembab.... Lantas saya melangkah ke kamar mandi. Pintu kamar mandi masih kubiarkan terbuka lebar....

Kuceburkan tubuhku ke bathtub. Kadang-kadang kubasuh badan dari mulai muka, leher, sampai ke kaki. Kunikmati sekejap kehangatan air sekalian kutenangkan pikiranku... Sesaat pikiranku melayang-layang... bagaimana kalau sekarang saya dapat mengalirkan gairahku... serta sampai pucuk kesenangan....

Sesudah usai, saya lantas memakai shower untuk bersihkan tubuhku... Posisiku waktu itu menghadap mengarah pancuran serta membelakangi pintu...

Dengan cara tidak menyengaja, saya dikagetkan oleh sesosok tangan yang memelukku dari belakang. Dia berupaya menciumiku sekalian tangannya menggerayangi serta meremasi ke-2 payudaraku.

Dengan rasa kaget, kurasakan remasan-remasan tangan itu demikian penuh nafsu. Orang itu terus mencumbuiku dengan ganas. Semaksimal mungkin, saya mengubah tubuhku...

" Ya ampun, Edo.... ! ! " jeritku. " Bagaimana kau dapat masuk kesini? ! "

Edo tidak menjawabku. Sebaliknya dia sekarang berupaya mendekap tubuhku dari depan. Rupanya dia juga telah dalam kondisi bugil. Senjatanya yang keras kurasakan menggesek-gesek beberapa bagian tubuhku...

" Edo, jangan.... ! ! " Saya berupaya melepas diri dari dekapan serta cumbuannya. Apa daya, tenagaku kalah jauh dengannya. Badan kekarnya dengan keras serta mantap mencengkeramku sampai saya ngos-ngosan... Selain itu mulutnya terus kerja mencumbui semua sisi tubuhku yang terjangkaunya....

Walau saya telah berteriak tetapi Edo tetap lakukan laganya. Saya juga tahu tidak ada orang luar yang bisa mendengarku... sebab pintu gerbang depan yang kuat telah kugembok sendiri.... Pada akhirnya saya tidak berhasil menjaga kehormatanku... Sekalian berdiri, dia lakukan penetrasi ke tubuhku serta menggoyangku habis-habisan.... Saya sempat terhenyak sebab tidak siap waktu terima penetrasinya. Penisnya rupanya benar-benar keras serta tubuhku dihunjaminya tanpa ada ampun.....

Serta kemudian Edo mengubah tubuhku serta terus menggoyangku sepanjang sesaat hingga kemudian dia ambruk sesudah sampai klimaksnya.

Lantas Edo juga ngeloyor pergi. Dengan badan masih basah oleh air sabun serta keringat dan air mani Edo, selekasnya kuraih handuk untuk keringkan tubuhku. Dengan pemikiran yang masih tetap kalut, kukenakan kimono serta keluar dari kamar mandi...

Tetapi, demikian keluar kamar mandi, saya benar-benar kaget saat Franki mendadak ada serta menubrukku. Saya baru sadar jika rekan-rekan Edo telah menanti di luar.... Didorongnya tubuhku serta disandarkannya ke dinding.

" Franki.... jangan.... " Saya cuma sempat merintih pendek sebab Franki tidak perduli serta tidak ingin juga menyiakan peluang...

Dalam kondisi berdiri, kimonoku disingkapnya lantas kembali saya disetubuhi dalam kondisi berdiri oleh Franki dengan ganas serta penuh nafsu.... Saya yang telah kelelahan tidak dapat banyak berbuat....

Tubuhku sampai terangkat-angkat serta salah satunya kakiku diangkat Franki ke atas. Sepanjang disetubuhi Franki, sepintas saya lihat seputar. Parlin, Jo serta Ben terlihat sedang melihat tindakan kami dengan pandangan nanar.... Sesaat Edo entahlah ke mana... Tirai serta pintu kamarku sudah tertutup rapat.

Pada akhirnya, Franki sampai pada puncaknya. Sesaat air maninya masih meleleh keluar dari penisnya yang penuhi vaginaku... ke-2 tangannya menerkam ke-2 pergelangan tanganku ke tembok... Selain itu mulutnya dengan ganas menciumi bibirku sampai saya kehabisan napas....

Saat dia melepasku, saya juga ambruk ke lantai sebab kelelahan.... Jo lantas menghampiriku serta memberikan satu gelas minuman dingin... Saya tidak paham apa yang dimasukkan Jo ke pada minuman itu. Yang pasti rasa-rasanya cukup aneh... serta selang beberapa saat memunculkan dampak yang aneh pada tubuhku....

Jo menolongku berdiri lantas melepas kimonoku yang berantakan. Selanjutnya dia menuntun tubuhku ke tempat tidur. Disana kembali saya jadi bulan-bulanan mereka. Jo menciumi serta mencumbuku penuh nafsu. Tanpa ada kusadari, tubuhku mulai memberi respon permainan mereka... Saat Jo mulai tidak sabar menggoyangku, saya mulai menggeliat menyeimbangi goyangan Jo yang hebat itu. Saya memulai merintih-rintih nikmat.

" Jooo.... aaah.... oooohhh.... Jooo... "

Lihat reaksiku yang tidak sama pada rekan-rekannya yang sebelumnya, tentunya membuat Jo makin semangat. Terlihat sekali dia ingin memberi yang paling baik bagiku... Saya juga benar-benar tidak memberi perlawanan pada Jo.  Saya serta memperlakukan Jo sama dengan saat saya sedang bercinta dengan suamiku...

Lihat itu, Ben jadi tidak tahan serta mulai menggempur juga... Dia memaksaku untuk mengulum penisnya... Awalnya saya ragu-ragu... Saya tidak pernah lakukan hal semacam itu.... Tetapi kelihatannya saya mulai memperoleh kemampuan entahlah darimanakah... Tanpa ada fikir panjang, kukulum penis Ben yang sangat mengeras....

Semakin lama saya merasai kesenangan. Gairah-gairahku yang sejauh ini terpendam, pada akhirnya seperti lunas terbayar. Serta saat Jo telah sampai klimaks serta giliran Ben yang menggoyangku, saya tidak menampik ....

Saat ini Ben yang menindih serta berlomba denganku seperti sepasang kekasih hingga kami berdua sampai pucuk bersama-sama ....

Paling akhir, masih ada Parlin yang perlu kulayani.... Dia juga ternyata telah tidak sabar menanti gilirannya yang paling akhir.... Seperti banteng ketaton, dia menindih serta menggoyangku... Kesempatan ini saya sampai orgasme seringkali.... Ternyata Parlin yang paling eksper antara ke empat partnernya... Dia pintar mengendalikan tempo... serta dia juga terlihat suka melihatku seringkali sampai orgasme terlebih dulu.... Sesudah lima belas menit lebih, dia juga menyiramkan spermanya ke tubuhku... Di saat yang bertepatan, saya juga sampai orgasme untuk yang ke-3 kalinya dengannya...

Sekalian penisnya masih tertancap di tubuhku, kami berangkulan erat seakan tidak ingin sama-sama melepas. Bibir kami juga sama-sama memagut serta berciuman seperti sepasang kekasih yang telah lama tidak sama-sama bertemu....

Pada akhirnya.... kami berenam juga sama-sama bergeletakan di beberapa tempat di kamarku sepanjang sesaat. Ada perasaan takut serta dosa yang kami rasakan... bersatu dengan rasa nikmat yang tanpa tara....

Sesudah insiden itu, bila saya hadir kesana, mereka sering berupaya dengan cara mendadak mengeroyokku serta menyetubuhiku bersama. Terkadang saya dapat menghindar, terkadang saya juga biarkan mereka mengerjakannya, khususnya bila situasi dalam tempat kost sedang sepi....

Saya tidak paham apa saya harus menyesal atau serta berasa bahagia sebab saat ini saya dapat merasai kenikmatan sex yang mengagumkan.... meskipun itu dengan dikeroyok oleh lima pemuda dalam tempat kostku.
Load Comments

Subscribe Our Newsletter